Kementan Siap Gelar Pelatihan Bagi Petani dan Penyuluh untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Rabu, 04 Agustus 2021 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Dedi mengungkapkan bahwa peranan SDM pertanian yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas pertanian adalah SDM yang mampu mengimplementasikan Teknologi Informasi (TI) di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Untuk itu Kementan menggelar pelatihan bagi petani dan penyuluh pertanian serta pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Pembangunan Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Kegiatan tersebut direncanankan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri Menteri Pertanian dan Menteri Bidang Perekonomian pada 6 Agustus 2021 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Jawa Barat.
(Baca juga:Kementan Ajak Insan Pertanian Konsumsi Pangan Lokal)
“Saat ini yang menggerakan roda pembangunan pertanian adalah para praktisi pertanian dan petani milenial. Untuk itu pelatihan inovasi teknologi sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap di era Revolusi Industri 4.0 saat ini,” ungkapnya.
Dalam menggerakan sektor pertanian, menurut Dedi, para petani tentunya membutuhkan biaya dan modal. Oleh karena itu pemerintah saat ini telah memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan oleh petani dan insan pertanian lainnya untuk meningkatkan usaha taninya. “Hal ini sejalan dengan tema yang diusung oleh Kementan pada pelatihan tersebut yaitu pendampingan KUR bagi para petani,” katanya.
Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta pelatihan melalui aplikasi registrasi online. “Selanjutnya pelatihan akan dilaksanakan bertahap secara online bagi 1.000 orang peserta hingga mencapai lebih dari sejuta petani dan penyuluh,” ujar Dedi.
Kegiatan tersebut direncanankan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri Menteri Pertanian dan Menteri Bidang Perekonomian pada 6 Agustus 2021 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Jawa Barat.
(Baca juga:Kementan Ajak Insan Pertanian Konsumsi Pangan Lokal)
“Saat ini yang menggerakan roda pembangunan pertanian adalah para praktisi pertanian dan petani milenial. Untuk itu pelatihan inovasi teknologi sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap di era Revolusi Industri 4.0 saat ini,” ungkapnya.
Dalam menggerakan sektor pertanian, menurut Dedi, para petani tentunya membutuhkan biaya dan modal. Oleh karena itu pemerintah saat ini telah memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan oleh petani dan insan pertanian lainnya untuk meningkatkan usaha taninya. “Hal ini sejalan dengan tema yang diusung oleh Kementan pada pelatihan tersebut yaitu pendampingan KUR bagi para petani,” katanya.
Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta pelatihan melalui aplikasi registrasi online. “Selanjutnya pelatihan akan dilaksanakan bertahap secara online bagi 1.000 orang peserta hingga mencapai lebih dari sejuta petani dan penyuluh,” ujar Dedi.
Lihat Juga :