Anggaran Kementerian Dipangkas, Program Prioritas Harus Berjalan

Rabu, 04 Agustus 2021 - 16:29 WIB
loading...
Anggaran Kementerian...
Foto Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus tetap menjalankan program-program prioritas meskipun terjadi pemotongan anggaran secara signifikan demi menekan dampak jangka panjang pandemi Covid-19. Program prioritas tersebut antara lain menyangkut pemulihan ekonomi hingga pendidikan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan pemerintah harus meningkatkan kecepatan dan ketepatan bantuan kepada masyarakat maupun dunia usaha. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga harus dijalankan lebih efektif agar pandemi segera mereda dan mobilitas manusia bisa dilongggarkan.

Baca Juga : Negara Sudah Kantongi Rp2,2 Triliun dari Pajak Digital

“Bantuan tidak bisa sepenuhnya membantu UMKM. Pelaku UMKM lebih mengharapkan bisa bekerja normal,” kata Piter saat dihubungi media di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Pemerintah tahun ini menganggarkan Bantuan Presiden untuk UMKM (BPUM) sebesar Rp1,2 juta per penerima atau separuh dari besaran tahun lalu sebesar Rp2,4 juta per penerima yang disalurkan kepada sekitar 12,8 juta penerima bantuan. Penurunan nilai bantuan ini terjadi seiring keterbatasan dana pemerintah dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Pemerintah juga memutuskan memangkas anggaran di hampir semua kementerian dan mengalihkannya untuk penanganan pandemi.

Selain ekonomi, sektor pendidikan juga dinilai perlu mendapatkan perhatian ekstra. Pengamat Pendidikan, Andreas Tambah mengatakan pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak. Selain Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), berbagai elemen masyarakat, BUMN, dan perusahaan swasta juga perlu turun tangan.

Hal ini diperlukan demi memastikan mutu pembelajaran tidak terus terpuruk di masa pandemi. “Pendidikan Indonesia bisa berdampak. Itu sudah teruji penelitiannya. Learning loss itu artinya tidak ada pembelajaran sama sekali sementara kita ada cuma mutunya tidak seperti yang tatap muka. Artinya terjadi penurunan kualitas pembelajaran,” kata Andreas.

Di antara program-program unggulan Kemendikbudristek yang perlu tetap dijalankan adalah Program Guru Penggerak (PGP), Program Organisasi Penggerak (POP), Program Sekolah Penggerak (PSP), Kampus Merdeka, dan berbagai program lainnya. Seluruh program strategis tersebut merupakan rangkaian Merdeka Belajar yang saling melengkapi satu sama lainnya.

Sebagai contoh, PGP akan turut mempercepat peningkatan kapasitas guru. POP adalah program yang melibatkan organisasi masyarakat untuk terlibat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah. Demikian pula dengan PSP yang mencoba meningkatkan kualitas sekolah sehingga turut menjadi panutan dan menggerakkan sekolah lain. Adapun Kampus Merdeka menyasar mahasiswa untuk mampu bersaing di dunia kerja.

Baca Juga : Erick Thohir Dibuat Kagum Ibu-ibu Saat Sambangi Karyawan BUMN yang Isoman

Ancaman learning loss akibat pandemi menjadi perhatian besar sejumlah organisasi internasional seperti UNICEF, UNESCO, Bank Dunia, dan OECD. “Kami tetap optimistis karena itu mengadopsi program yang pernah dilakukan berdasarkan pengalaman Nadiem Makarim (Mendikbudristek) selama di luar negeri. Artinya proses pembelajaran itu mau seperti apa, dibuat seperti apa yang pernah dirasakan. Saya rasa itu menjadi suatu hal yang baik dan menarik. Harapan saya tetap optimis. Meskipun ada satu catatan dari saya, pertama mentalitas guru-guru kita,” pungkas Andreas.

Di masa seperti ini, dia menyarankan guru harus ditingkatkan kualitasnya dalam pembelajaran daring dan fasilitas pembelajaran daring harus dimiliki oleh semua sekolah maupun peserta didik. Umpama satu keluarga anaknya tiga tapi hanya punya cuma satu HP, tentunya tidak akan mungkin terjadi proses pembelajaran yang baik sehingga sarana dan prasarananya harus dimiliki murid dan guru.

“Hanya itu satu satunya cara. Kalau tidak ada percuma saja gak ada kegiatan pembelajaran,” tutup dia.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Rekomendasi
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved