Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Dirilis Pekan Depan, Rupiah Perkasa Atas Dolar
Rabu, 04 Agustus 2021 - 19:15 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Rupiah ditutup menguat 29 poin atas dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp14.312 pada perdagangan sore ini. Hal itu didorong oleh pelaku pasar yang akan memantau perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II/2021 yang akan diumumkan minggu depan.
Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah masih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dapat tercapai. Meskipun banyak pengamat ekonomi yang bertolak belakang mengenai persentase, namun pasar terus mengapresiasi keteguhan pemerintah yang tetap kuat di angka tersebut.
“Salah satu indikator yang mendukung adalah meningkatnya mobilitas masyarakat pada kuartal II/2021 mendorong kenaikan permintaan yang berpengaruh pada kredit yang mulai mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi pada Juni 2021 sebesar 1,83 persen secara year-to-date,” kata Ibrahim dalam rilisnya, Rabu (4/8/2021).
Baca juga: OJK Sebut Tren Ekonomi di Kuartal II Membaik, Target 7% Bisa Tercapai
Dengan demikian, dari konsumsi masyarakat yang menggeliat dan investasi kembali berjalan bisa terlihat dari dua bulan (Mei-Juni) di kuartal kedua. Kendati demikian, lanjut Ibrahim, seiring peningkatan kasus aktif pada Juni 2021 yang menahan kembali aktivitas masyarakat, yang tercermin dari penurunan kenaikan aktivitas dari 6,7 persen pada Mei 2021 menjadi 5,2 persen, dapat sedikit berpengaruh terhadap prediksi semula.
Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah masih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dapat tercapai. Meskipun banyak pengamat ekonomi yang bertolak belakang mengenai persentase, namun pasar terus mengapresiasi keteguhan pemerintah yang tetap kuat di angka tersebut.
“Salah satu indikator yang mendukung adalah meningkatnya mobilitas masyarakat pada kuartal II/2021 mendorong kenaikan permintaan yang berpengaruh pada kredit yang mulai mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi pada Juni 2021 sebesar 1,83 persen secara year-to-date,” kata Ibrahim dalam rilisnya, Rabu (4/8/2021).
Baca juga: OJK Sebut Tren Ekonomi di Kuartal II Membaik, Target 7% Bisa Tercapai
Dengan demikian, dari konsumsi masyarakat yang menggeliat dan investasi kembali berjalan bisa terlihat dari dua bulan (Mei-Juni) di kuartal kedua. Kendati demikian, lanjut Ibrahim, seiring peningkatan kasus aktif pada Juni 2021 yang menahan kembali aktivitas masyarakat, yang tercermin dari penurunan kenaikan aktivitas dari 6,7 persen pada Mei 2021 menjadi 5,2 persen, dapat sedikit berpengaruh terhadap prediksi semula.
Lihat Juga :