SNI Minta Kebijakan Serap Hasil Tangkapan Nelayan Dilakukan Tepat Sasaran
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:11 WIB
loading...
Ikan hasil tangkapan nelayan. Foto/Dok.Kementerian Kelautan dan Perikanan
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia (SNI)Budi Laksana menyambut baik kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang memerintahkan Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara menyerap produk perikanan dari hasil tangkap nelayan dan budi daya sebanyak 3.000 ton setiap bulan.
SNI berharap penyerapan hasil tangkapan nelayan ini bisa diimplentasikan secara efektif dan efisien. Sehingga bisa membantu mensejahterakan nelayan di saat pandemi Covid-19.
Budi meminta Perum Perindo melakukan pendekatan langsung kepada nelayan dan mendata kelompok-kelompok nelayan yang ada di Indonesia, termasuk organisasi nelayan untuk melakukan kerja sama, agar proses berjalan efektif dan tepat sasaran.
Untuk bisa membeli ikan langsung ke nelayan, kata dia, perlu melibatkan kelompok-kelompok nelayan yang tentunya bersentuhan langsung dengan anggota-anggotanya.
"Nelayan kecil rata-rata penjualan mata rantainya kan panjang, jadi hanya jual ke tengkulak, nanti tengkulak kemana lagi. Jadi itu tadi harus langsung bekerja sama dengan kelompok-kelompok nelayan yang ada di Indonesia, saya kira itu lebih efektif," ujar Budi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
SNI berharap penyerapan hasil tangkapan nelayan ini bisa diimplentasikan secara efektif dan efisien. Sehingga bisa membantu mensejahterakan nelayan di saat pandemi Covid-19.
Budi meminta Perum Perindo melakukan pendekatan langsung kepada nelayan dan mendata kelompok-kelompok nelayan yang ada di Indonesia, termasuk organisasi nelayan untuk melakukan kerja sama, agar proses berjalan efektif dan tepat sasaran.
Untuk bisa membeli ikan langsung ke nelayan, kata dia, perlu melibatkan kelompok-kelompok nelayan yang tentunya bersentuhan langsung dengan anggota-anggotanya.
"Nelayan kecil rata-rata penjualan mata rantainya kan panjang, jadi hanya jual ke tengkulak, nanti tengkulak kemana lagi. Jadi itu tadi harus langsung bekerja sama dengan kelompok-kelompok nelayan yang ada di Indonesia, saya kira itu lebih efektif," ujar Budi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Lihat Juga :