Perkuat Ekonomi Syariah Berkelanjutan, Perry Keluarkan 4 Jurus

Minggu, 08 Agustus 2021 - 08:29 WIB
loading...
Perkuat Ekonomi Syariah...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pakar PP Masyarakat Ekonomi Syariah yang juga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia dapat mendorong perekonomian Indonesia. Pandangan itu disebutkan Perry dalam sambutannya pada acara Muhadatsah Dewan Pakar yang diselenggarakan secara daring oleh Masyarakat Ekonomi Syariah pada, Sabtu (7/8/2021).

"Bersinergi untuk melaksanakan berbagai langkah bersama untuk memajukan ekonomi keuangan syariah di Indonesia bagi kemajuan ekonomi negeri kita dan kemajuan umat," ujar Perry dalam sambutannya.

Menurut Perry hal itu bisa dijalankan dengan cara pengembangan islamic social finance, wakaf produktif, melalui penguatan digital dan penguatan ekosistem transformasi perwakafan menuju ekonomi berkelanjutan.

Baca juga:Taliban Rebut Penjara dan Bebaskan Para Tahanan di Provinsi Jawzjan

"Ini hal yang sangat penting untuk kita memajukan ekonomi keuangan syariah," tambahnya.

Menurutnya, ada empat hal umum yang harus diperkuat ke depan untuk mewujudkan ekonomi syariah berkelanjutan. Pertama adalah kemampuan kita untuk bisa merancang, mendesain, dan mengimplementasikan suatu proyek ekonomi keuangan syariah.

Perry menjelaskan, proyek wakaf bukan hanya tidak hanya terbatas kepada ibadah, sosial, pendidikan, tetapi juga wakaf-wakaf produktif sangat berperan penting bagi pembangunan ekonomi.

"Yang kedua adalah bagaimana kita membuat struktur financing yang blended antara wakaf dan komersial," lanjutnya.

Kemampuan berdasarkan proyek itu seperti mendesain suatu struktur pembiayaannya untuk bisa membiayai proyek berbasis wakaf produktif. Di dalam mendesain struktur keuangan, bisa juga keuangan komersial dan syariah dimasukan, atau yang dalam istilahnya adalah blending finance, artinya gabungan antara finansial yang berbasis pada zakat, infaq, shodaqoh dengan komersial.

"Ketiga adalah membuat proses dari awal hingga akhir dengan didukung digitalisasi, saya kira digitalisasi sangat penting," tambah Perry.

Baca juga:Brasil Pertahankan Medali Emas Usai Kalahkan Spanyol di Final Olimpiade Tokyo 2020

Saat ini berbagai kegiatan ekonomi syariah sudah banyak yang beralih pada platform digital. Misalnya seperti lembaga amil zakat yang sudah mulai mesosialisakan program wakafnya melalui media sosial.

"Keempat adalah sinergi dan kampanye yang memang tidak boleh lelah, ini harus kita lakukan secara berjamaah, demi memajukan ekonomi keuangan syariah," kata Perry.

Akselerasi pemenuhan kelengkapan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah memerlukan satu pemahaman bersama dan konsolidasi yang kuat antar-pemangku kebijakan.

"Hal itu kita kembangkan sebagai islamic finance melalui penguatan digital, penguatan ekosistem menjadi transformasi perwakafan menuju ekonomi berkelanjutan," tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved