Bebas Bersyarat, Bos Samsung Minta Maaf dan Janji Kerja Keras

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 11:10 WIB
loading...
Bebas Bersyarat, Bos...
Petinggi Samsung Electronics Lee Jae-yong atau Jay Y. Lee. Foto/Dok/Ist
A A A
JAKARTA - Belum setahun mendekam di jeruji besi, petinggi Samsung Electronics Lee Jae-yong atau Jay Y. Lee yang dipenjara karena kasus penyuapan dan penggelapan dilaporkan bebas bersyarat pada hari ini.

Lee (53) yang merupakan Vice Chairman 'de-facto' raksasa teknologi tersebut terlihat berada di luar Rumah Tahanan di Seoul, Korea Selatan. Dirinya mengenakan setelah abu-abu gelap dan nampak lebih kurus dibandingkan saat awal penahanannya pada Januari 2021.

Kepada awak media, Lee pun memberikan pernyataan. "Saya telah menyebabkan banyak kekhawatiran bagi masyarakat. Saya benar-benar meminta maaf," kata Lee, dilansir Reuters, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Samsung Rilis Ponsel Lipat Galaxy Z Fold3 5G Rp25 Juta dan Galaxy Z Flip3 5G Rp15 Juta

Lee berharap dirinya dapat memulai kehidupan baru lagi. "Saya telah mendengarkan rasa khawatir, kritik, sekaligus harapan yang tinggi untuk saya. Saya akan bekerja keras," terangnya di depan wartawan.

Dukungan pembebasan dirinya mengalir luas di antara rekan politik, tokoh publik dan kelompok bisnis di sekitarnya. Namun, hal itu tumbuh di tengah keraguan bahwa keputusan strategis ini hadir untuk kalangan konglomerat di Korea Selatan.

Pria kelahiran 23 Juni 2968 ini terbukti bersalah karena kasus penyuapan dan penggelapan yang menjatuhkan mantan Presiden Korsel Park Geun-hye dan kawannya Choi Soon-sil. Lee menyuap pemerintah agar mendapat dukungan untuk memuluskan transisi kekuasaan di internal Samsung dari ayahnya Lee Kun-hee.

Pada 18 Januari 2021 dirinya dihukum 2,5 tahun oleh pengadilan tinggi setelah terbukti bersalah. Namun, belum ada setahun hukuman berjalan, Lee mendapat grasi pembebasan dari pemerintah. Pembebasannya pada 13 Agustus 2021 bertepatan dengan peringatan hari pembebasan nasional (Liberation Day) oleh pemerintah Korea Selatan.

Baca juga: Anies Beri Nama Blok Pemakaman Covid: Syuhada untuk Islam, Santo Yosef-Arimatea untuk Kristen dan Katolik

Bukan kali pertama Lee berurusan dengan hukum. Pada Agustus 2017, Lee sempat mendekam di balik jeruji besi setelah divonis penjara selama 5 tahun atas kasus suap.

Pada 5 Februari 2018, pengadilan banding membebaskan dan menangguhkan hukuman bagi pria yang memiliki harta bersih senilai USD12,5 miliar (Mei 2021) tersebut.

Lee yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi di tengah pandemi melalui perusahaannya, masih perlu mengurus izin dari kementerian hukum di Negeri Ginseng.

Raksasa teknologi Samsung yang merupakan salah satu produsen gawai pintar terbesar di dunia ini sejatinya tidak memiliki dampak atas ketidakhadiran Lee dalam manajemen, kata seorang perwakilan perusahaan.

Kendati demikian, Lee punya posisi strategis yang bisa membuat keputusan proyek investasi besar di perusahaan, diantaranya keputusan terkait pembangunan pabrik Samsung di Amerika Serikat senilai USD17 miliar untuk memproduksi chip canggih masih menungguh kehadiran Lee. Investasi besar ini dilaksanakan di tengah minimnya pasokan chip global dan ketatnya persaingan kompetitor seperti TSMC dan Intel Corp.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berhasil Lintasi Selat...
Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel
Prabowo Bawa Oleh-oleh...
Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp173 Triliun dari Korea Selatan
Komite Generasi Muda...
Komite Generasi Muda OKTA Cabang Jakarta 2026 Resmi Meluncur
Tiga Negara Bersaing...
Tiga Negara Bersaing Garap Proyek Pembangkit Nuklir Pertama di Indonesia
Lotte Chemical Tanam...
Lotte Chemical Tanam Duit Rp62 Triliun, Simbol Kuat Kemitraan Ekonomi Indonesia–Korea
MNC Asset Management...
MNC Asset Management dan KISI Jalin Kerja Sama, Permudah Akses Investasi Reksa Dana
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Mematikan dan Presisi,...
Mematikan dan Presisi, Janji Israel pada Serangan Balasan ke Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved