Gandeng Ikatan Alumni ITB, Pertamina Rosneft Berikan Donasi Peduli Covid
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 14:15 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sebagai upaya berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) meluncurkan inisiatif Pertamina Rosneft Peduli Covid-19 . Inisiatif tersebut diwujudkan melalui Bantuan Peminjaman Tabung Oksigen yang dilakukan secara daring, Selasa (10/8/2021).
Kebutuhan tabung oksigen kian krusial menyusul lonjakan permintaan di Indonesia karena semakin banyaknya pasien Covid-19 yang masuk dalam perawatan rumah sakit dengan menunjukkan gejala sedang dan berat. Per Selasa (10/8/2021) ada 448.508 kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang menjalani perawatan, dari total kasus Covid nasional sebanyak 3.686.740.
Baca Juga: NU Care Bekasi Dapat Bantuan Ambulans dari Program Kemaslahatan BPKH dan NU Care-LAZISNU
Kondisi ini pun memicu peningkatan kebutuhan tabung oksigen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang mengacu pada kondisi di China, rata-rata ada sekitar 15% pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala berat sehingga membutuhkan terapi oksigen. Sementara itu, 5% dari mereka berada dalam kondisi kritis yang memerlukan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) dengan bantuan tabung oksigen.
Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya menekankan bahwa anak bangsa harus bahu-membahu dan membangkitkan semangat berbagi untuk membantu pemerintah menangani dampak pandemi yang kini masih berlarut akibat penyebaran varian delta di seluruh dunia.
Kebutuhan tabung oksigen kian krusial menyusul lonjakan permintaan di Indonesia karena semakin banyaknya pasien Covid-19 yang masuk dalam perawatan rumah sakit dengan menunjukkan gejala sedang dan berat. Per Selasa (10/8/2021) ada 448.508 kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang menjalani perawatan, dari total kasus Covid nasional sebanyak 3.686.740.
Baca Juga: NU Care Bekasi Dapat Bantuan Ambulans dari Program Kemaslahatan BPKH dan NU Care-LAZISNU
Kondisi ini pun memicu peningkatan kebutuhan tabung oksigen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang mengacu pada kondisi di China, rata-rata ada sekitar 15% pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala berat sehingga membutuhkan terapi oksigen. Sementara itu, 5% dari mereka berada dalam kondisi kritis yang memerlukan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) dengan bantuan tabung oksigen.
Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya menekankan bahwa anak bangsa harus bahu-membahu dan membangkitkan semangat berbagi untuk membantu pemerintah menangani dampak pandemi yang kini masih berlarut akibat penyebaran varian delta di seluruh dunia.
Lihat Juga :