Turun, Pemerintah Alokasikan Rp12,5 Triliun untuk Insentif Nakes di 2022
Selasa, 17 Agustus 2021 - 06:10 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk mengalokasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk tahun 2022 sebesar Rp321,2 triliun. Alokasi itu berasal dari belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2022.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran kesehatan dalam PEN 2022 akan digunakan untuk pelaksanaan testing, tracing, treatment (3T) senilai Rp4,5 triliun. Lalu, untuk perawatan pasien Covid-19 Rp14,9 triliun, dan obat Covid-19 Rp1 triliun.
Selain itu, insentif tenaga kesehatan (nakes) yang totalnya mencapai Rp12,5 triliun atau lebih rendah dari alokasi tahun ini senilai Rp18,4 triliun. "Insentif tenaga kesehatan (nakes) pusat selama 12 bulan Rp6,4 triliun, dan insentif nakes daerah Rp6,1 triliun yang juga disalurkan melalui earmarked Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)," kata Airlangga dalam paparannya secara virtual, Senin (16/8/2021).
Baca juga: RAPBN 2022 Dipatok Rp2.708,7 Triliun, Segini Transfer ke Daerah
Kemudian, untuk pengadaan vaksin Rp38,44 triliun, dukungan vaksin pusat Rp3 triliun, dan dukungan vaksin di daerah Rp6,5 triliun melalui earmarked TKDD.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran kesehatan dalam PEN 2022 akan digunakan untuk pelaksanaan testing, tracing, treatment (3T) senilai Rp4,5 triliun. Lalu, untuk perawatan pasien Covid-19 Rp14,9 triliun, dan obat Covid-19 Rp1 triliun.
Selain itu, insentif tenaga kesehatan (nakes) yang totalnya mencapai Rp12,5 triliun atau lebih rendah dari alokasi tahun ini senilai Rp18,4 triliun. "Insentif tenaga kesehatan (nakes) pusat selama 12 bulan Rp6,4 triliun, dan insentif nakes daerah Rp6,1 triliun yang juga disalurkan melalui earmarked Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)," kata Airlangga dalam paparannya secara virtual, Senin (16/8/2021).
Baca juga: RAPBN 2022 Dipatok Rp2.708,7 Triliun, Segini Transfer ke Daerah
Kemudian, untuk pengadaan vaksin Rp38,44 triliun, dukungan vaksin pusat Rp3 triliun, dan dukungan vaksin di daerah Rp6,5 triliun melalui earmarked TKDD.
Lihat Juga :