Kementerian ESDM Beberkan Kinerja hingga Juni 2021, Berikut Capaiannya
Rabu, 18 Agustus 2021 - 10:29 WIB
loading...
Kementerian ESDM mencatatkan penerimaan PNBP sekirar Rp69,31 triliun hingga semester I/2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan sejumlah capaiannya hingga semester I/2021. Salah satunya adalah mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp69,31 triliun, atau 50% dari target tahun 2021 yang ditetapkan sebesar Rp121,2 triliun.
Selanjutnya, realisasi anggaran pada periode yang sama telah tercapai 27,88% dari pagu APBN Perubahan 2021 Rp5,87 triliun, atau sebesar Rp1,64 triliun. Sementara, untuk investasi, telah tercapai USD11,3 miliar, dari target tahun ini sebesar USD34,8 miliar.
Baca Juga: Rebut Blok Rokan dari Chevron, Menteri ESDM Sebut Tonggak Sejarah Industri Migas RI
Untuk subsektor minyak dan gas bumi (migas), lifting migas tercatat mencapai 1.644 mboepd dan harga gas berhasil disesuaikan menjadi USD6/mmbtu dengan volume mencapai 2.656,6 BBTUD. Untuk masyarakat luas, telah terbangun 280 lokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga dan 673.222 Sambungan Rumah Tangga (SR) Jaringan Gas Bumi (jargas).
"Hingga semester I/2021, program BBM Satu Harga telah berhasil menurunkan harga Premium dan Solar di 280 lokasi. Telah berkontrak 10 paket pekerjaan jaringan gas, dan realisasi fisik pekerjaan konstruksi dan progres konstruksi mencapai sekitar 38%. Saat ini total jaringan gas terpasang adalah 673.000 SR," ujar Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).
Dari subsektor Ketenagalistrikan serta Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), capaian Kementerian ESDM hingga semester I 2021 juga menggembirakan. Tercatat, rasio elektrifikasi mencapai 99,37%. Targetnya, tahun ini energi listrik dapat menjangkau 99,9% rumah tangga di seluruh Indonesia. Kemudian total kapasitas pembangkit EBT menjadi 10.673 Megawatt (MW), meningkat 206 MW dari tahun 2020.
"Hingga Juni 2021, pemanfaatan biodiesel sebesar 4,31 juta KL yang menghemat devisa sekitar Rp9,5 triliun. Selain itu, telah dilakukan pembangunan 166 infrastruktur pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di 135 lokasi, serta telah dibangun 31,32 Megawatt Peak (MWp) PLTS Atap, bagi 3.781 pelanggan," tambah Irwandy.
Selanjutnya, realisasi anggaran pada periode yang sama telah tercapai 27,88% dari pagu APBN Perubahan 2021 Rp5,87 triliun, atau sebesar Rp1,64 triliun. Sementara, untuk investasi, telah tercapai USD11,3 miliar, dari target tahun ini sebesar USD34,8 miliar.
Baca Juga: Rebut Blok Rokan dari Chevron, Menteri ESDM Sebut Tonggak Sejarah Industri Migas RI
Untuk subsektor minyak dan gas bumi (migas), lifting migas tercatat mencapai 1.644 mboepd dan harga gas berhasil disesuaikan menjadi USD6/mmbtu dengan volume mencapai 2.656,6 BBTUD. Untuk masyarakat luas, telah terbangun 280 lokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga dan 673.222 Sambungan Rumah Tangga (SR) Jaringan Gas Bumi (jargas).
"Hingga semester I/2021, program BBM Satu Harga telah berhasil menurunkan harga Premium dan Solar di 280 lokasi. Telah berkontrak 10 paket pekerjaan jaringan gas, dan realisasi fisik pekerjaan konstruksi dan progres konstruksi mencapai sekitar 38%. Saat ini total jaringan gas terpasang adalah 673.000 SR," ujar Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).
Dari subsektor Ketenagalistrikan serta Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), capaian Kementerian ESDM hingga semester I 2021 juga menggembirakan. Tercatat, rasio elektrifikasi mencapai 99,37%. Targetnya, tahun ini energi listrik dapat menjangkau 99,9% rumah tangga di seluruh Indonesia. Kemudian total kapasitas pembangkit EBT menjadi 10.673 Megawatt (MW), meningkat 206 MW dari tahun 2020.
"Hingga Juni 2021, pemanfaatan biodiesel sebesar 4,31 juta KL yang menghemat devisa sekitar Rp9,5 triliun. Selain itu, telah dilakukan pembangunan 166 infrastruktur pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di 135 lokasi, serta telah dibangun 31,32 Megawatt Peak (MWp) PLTS Atap, bagi 3.781 pelanggan," tambah Irwandy.
Lihat Juga :