Duet Maut Utang Covid dan Perubahan Iklim Bikin Dunia Terancam Bangkrut

Rabu, 18 Agustus 2021 - 11:28 WIB
loading...
A A A
Studi itu juga menyimpulkan Australia, Polandia, Jepang dan Israel, akan menghadapi risiko default dan penurunan peringkat juga. Sementara negara-negara berkembang secara inheren lebih rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan kekeringan. Negara-negara kaya juga tidak akan luput dari dampak perubahan iklim.

"Anda dapat berbicara tentang perubahan iklim dan dampaknya dan tidak akan lama sebelum seseorang berbicara tentang Barbados, Fiji, atau Maladewa. Yang mengejutkan bagi saya adalah dampaknya pada negara-negara yang lebih kaya dan berperingkat lebih tinggi," kata Moritz Kraemer, kepala ekonom di Countryrisk.io dan mantan kepala peringkat global di S&P Global.

Untiversitas Cambridge juga melakukan studi serupa yang menyimpulkan bahwa bahwa 63 negara-- kira-kira setengahnya dinilai oleh S&P Global, Moody's dan Fitch--dapat mengalami penurunan peringkat kredit pada tahun 2030 karena perubahan iklim.

China, Chili, Malaysia, dan Meksiko akan menjadi negara yang paling terpukul dengan enam tingkat penurunan peringkat pada akhir abad ini. Sementara Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Australia, India, dan Peru diperkiarakan turun sekitar empat peringkat.

Penurunan peringkat biasanya meningkatkan biaya pinjaman, terutama buat negara-negara yang dikeluarkan dari indeks obligasi milik lembaga pengelola dana triliunan dolar. Masih menurut studi Cambrideg lagi, peningkatan biaya pinjaman akan menambah sebesar USD137–205 miliar pada pembayaran utang tahunan gabungan negara-negara pada tahun 2100.

Besarnya utang tak lepas dari biaya yang dikeluarkan atau dianggarkan untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Jerman misalnya menganggarkan dana pemulihan 30 miliar euro setelah negara itu diterjang banjir, baru-baru ini. Sementara Singapura menganggarkan setara dengan $72 miliar untuk melindungi negara itu dari kenaikan permukaan laut di abad berikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Imbas Perang AS-Israel...
Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Berita Terkini
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Infografis
Hujan Ekstrem Akibat...
Hujan Ekstrem Akibat Perubahan Iklim Akan Melanda Seluruh Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved