Taliban Berkuasa, Gubernur Bank Sentral Afghanistan Sebut AS Pergi Terlalu Cepat

Kamis, 19 Agustus 2021 - 06:56 WIB
loading...
A A A
Berbicara untuk pertama kalinya sejak tweet tentang kepergiannya secara dramatis dari negara itu menjadi viral. Ahmady berbicara tentang kekacauan di bandara Kabul ketika ia mencoba untuk pergi pada hari Minggu, lalu.

Mantan gubernur bank sentral, yang juga menjabat sebagai menteri industri dan perdagangan Afghanistan, mengakui bahwa korupsi skala luas di negara itu telah menjadi faktor yang berkontribusi merusak kepercayaan pihak yang berwenang.

"Terjadi sejumlah korupsi besar di pemerintah Afghanistan, Anda tidak dapat menyangkal hal itu, ini benar. Tapi saya pikir, ada tindakan yang diambil untuk mengurangi hal itu dan sangat sulit dilakukan hanya dalam rentang beberapa tahun," ungkapnya.

Ditanya apakah kegagalan untuk mengatasi korupsi itu menjadi penyebab utama pada peristiwa baru-baru ini, Ahmady mengatakan: "Apakah itu satu-satunya atau faktor yang berkontribusi besar? Saya pikir itu adalah faktor utama.

"Tapi saya pikir, ini juga karena kesepakatan (perdamaian) yang dinegosiasikan Duta Besar Khalizad (utusan khusus AS untuk Afghanistan) dengan Taliban yang mengecualikan pemerintah Afghanistan berkontribusi pada de-legitimasi," terang Ahmady.

"Dan saya pikir itu karena sebagian kegagalan pemerintah Afghanistan dalam menangani korupsi. Saya pikir Anda dapat melihat isunya dan masalah di kedua belah pihak."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Taliban Melarang Film,...
Taliban Melarang Film, Bioskop Bersejarah Afghanistan Dihancurkan
Rekomendasi
Dewan Eropa Tuding FIFA...
Dewan Eropa Tuding FIFA Buka Pintu Kecurangan
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
3 Alasan Taliban Afghanistan...
3 Alasan Taliban Afghanistan Sangat Siap untuk Serang Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved