Garudafood Menangkap Sisi Positif Pandemi, Penjualan di Marketplace B2B Meningkat
Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:53 WIB
loading...
Sudah meramal fenomena disrupsi teknologi, maka sejak tahun 2018 Garudafood mulai melakukan strategi open collaboration dengan berbagai marketplace business to business (B2B). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Fenomena disrupsi teknologi yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir telah mendorong berbagai industri untuk melakukan transformasi model bisnis. Tak terkecuali dengan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk ( Garudafood atau Perseroan) yang saat itu telah melihat adanya potensi pergeseran perilaku masyarakat ke arah digital.
Menyikapi hal tersebut, maka sejak tahun 2018 Garudafood mulai melakukan strategi open collaboration dengan berbagai marketplace business to business (B2B). Baik dalam bentuk joint promo, jaminan ketersediaan pasokan hingga kemitraan distribusi yang didukung oleh kekuatan jalur distribusi Garudafood yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Siapkan Dana Rp50 Miliar, Garudafood Akan Borong Kembali Sahamnya
Namun ketika itu antusiasme konsumen di marketplace B2B belum menunjukkan tren yang menggembirakan. Lain halnya ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia satu setengah tahun lalu di mana pemerintah mulai membatasi pertemuan secara fisik (social distancing) dan mobilitas masyarakat.
Hal ini membuat digital marketplace menjadi salah satu solusi yang cocok dalam situasi pandemi dan ikut berdampak pada peningkatan volume transaksi serta perluasan pengguna marketplace B2B. Perilaku mencari barang kulakan secara online perlahan mulai terbentuk.
“Kita harus bijak melihat segala sesuatu dari dua sisi mata koin. Di satu sisi, pandemi ini telah menimbulkan dampak domino yang cukup besar bagi sektor kesehatan maupun perekonomian Indonesia seperti perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke transaksi digital. Namun di sisi lain, ada sisi positif yang bisa kita tangkap sebagai peluang bisnis. Segala sesuatu sekarang dituntut memiliki proses yang cepat, efektif, efisien dan dapat dilakukan tanpa bertatap muka langsung,” ujar Direktur Garudafood, Paulus Tedjosutikno di Jakarta, Kamis (19/8/2021).
Menyikapi hal tersebut, maka sejak tahun 2018 Garudafood mulai melakukan strategi open collaboration dengan berbagai marketplace business to business (B2B). Baik dalam bentuk joint promo, jaminan ketersediaan pasokan hingga kemitraan distribusi yang didukung oleh kekuatan jalur distribusi Garudafood yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Siapkan Dana Rp50 Miliar, Garudafood Akan Borong Kembali Sahamnya
Namun ketika itu antusiasme konsumen di marketplace B2B belum menunjukkan tren yang menggembirakan. Lain halnya ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia satu setengah tahun lalu di mana pemerintah mulai membatasi pertemuan secara fisik (social distancing) dan mobilitas masyarakat.
Hal ini membuat digital marketplace menjadi salah satu solusi yang cocok dalam situasi pandemi dan ikut berdampak pada peningkatan volume transaksi serta perluasan pengguna marketplace B2B. Perilaku mencari barang kulakan secara online perlahan mulai terbentuk.
“Kita harus bijak melihat segala sesuatu dari dua sisi mata koin. Di satu sisi, pandemi ini telah menimbulkan dampak domino yang cukup besar bagi sektor kesehatan maupun perekonomian Indonesia seperti perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke transaksi digital. Namun di sisi lain, ada sisi positif yang bisa kita tangkap sebagai peluang bisnis. Segala sesuatu sekarang dituntut memiliki proses yang cepat, efektif, efisien dan dapat dilakukan tanpa bertatap muka langsung,” ujar Direktur Garudafood, Paulus Tedjosutikno di Jakarta, Kamis (19/8/2021).
Lihat Juga :