Ekonomi Porak-Poranda, Pebasket Afghanistan Tegaskan Tak Mau Kembali ke Negaranya
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya takut peran perempuan akan berkurang di bawah Taliban. Menurtunya, Taliban memilki pandangan tersendiri atas peran kaum perempuan.
"Menjadi seorang wanita di rezim Taliban tidak berarti apa-apa, Anda bukan bagian dari masyarakat."
Bayat menceritakan masa lalunya yang kelam di bawah kekacauan Taliban. Saat berumur 2 tahun, sebuah roket menyasar rumahnya. Keluarganya menjadi korban kala itu. Kakaknya wafat, dan material bangunan mengenai sumsum tulang belakangnya yang membuatnya tak bisa berjalan hingga saat ini.
"Mereka (Taliban) datang dan mengubah hidup saya dan suami. Mereka memberi rasa sakit yang tak terbendung dalam hidup kami. Cacat permanen harus kami terima," tuturnya sambil mengingat masa lalu.
Untuk diketahui, perempuan 28 tahun ini dapat meloloskan diri berkat upaya Pemerintah Spanyol dan Federasi Bola Basket Spanyol yang mengkhawatirkan kondisi negara Afghanistan di bawah Taliban.
"Menjadi seorang wanita di rezim Taliban tidak berarti apa-apa, Anda bukan bagian dari masyarakat."
Bayat menceritakan masa lalunya yang kelam di bawah kekacauan Taliban. Saat berumur 2 tahun, sebuah roket menyasar rumahnya. Keluarganya menjadi korban kala itu. Kakaknya wafat, dan material bangunan mengenai sumsum tulang belakangnya yang membuatnya tak bisa berjalan hingga saat ini.
"Mereka (Taliban) datang dan mengubah hidup saya dan suami. Mereka memberi rasa sakit yang tak terbendung dalam hidup kami. Cacat permanen harus kami terima," tuturnya sambil mengingat masa lalu.
Untuk diketahui, perempuan 28 tahun ini dapat meloloskan diri berkat upaya Pemerintah Spanyol dan Federasi Bola Basket Spanyol yang mengkhawatirkan kondisi negara Afghanistan di bawah Taliban.
Lihat Juga :