BI dan Pemerintah Berbagi Beban Utang Membuka Ruang Fiskal APBN
Selasa, 24 Agustus 2021 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, bukan hanya rasio belanja bunga yang akan turun dengan burden sharing ini. Bahkan rasio belanja bunga terhadap belanja negara juta ikut turun. Bila tanpa burden sharing, rasio belanja bunga terhadap belanja negara sebesar 14,7%. Tetapi dengan burden sharing turun menjadi 13,5%.
“Demikian pula 2022 bila tanpa burden sharing rasio belanja bunga terhadap belanja negara sebesar 16,2%, pada 2023 sebesar 18,0%, pada 2024 sebesar 17,7% dan 2025 sebesar 17,3%,” ulasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Geber Jualan SBN Ritel, Laris Manis hingga Lampaui Target
Tetapi dengan intervensi burden sharing secara linier rasio belanja bunga terhadap belanja negara akan turun, di 2022 sebesar 14,6%, pada 2023 sebesar 16,3%, sedangkan pada 2024 sebesar 16,1% dan 2025 turun ke level 15,9%.
“Ke depan, saya berharap kerja sama seperti ini makin dieratkan, terutama dalam kedudukannya BI dan Menteri Keuangan sebagai anggota KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), bersama OJK dan LPS,” jelasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan ini mengatakan, saling mengisi ruang dan memitigasi bersama-sama terus dikuatkan, agar segala resiko terhadap kondisi sistem keuangan kedepan terantisipasi dengan baik.
“Semoga kerja sama, gotong royong ini menginspirasi banyak kementerian/lembaga lainnya, sekaligus memupuk modal semangat segera mengakhiri pandemi Covid19, dan menyosong kehidupan sosial dan ekonomi yang pulih seperti sedia kala,” tutupnya.
“Demikian pula 2022 bila tanpa burden sharing rasio belanja bunga terhadap belanja negara sebesar 16,2%, pada 2023 sebesar 18,0%, pada 2024 sebesar 17,7% dan 2025 sebesar 17,3%,” ulasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Geber Jualan SBN Ritel, Laris Manis hingga Lampaui Target
Tetapi dengan intervensi burden sharing secara linier rasio belanja bunga terhadap belanja negara akan turun, di 2022 sebesar 14,6%, pada 2023 sebesar 16,3%, sedangkan pada 2024 sebesar 16,1% dan 2025 turun ke level 15,9%.
“Ke depan, saya berharap kerja sama seperti ini makin dieratkan, terutama dalam kedudukannya BI dan Menteri Keuangan sebagai anggota KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), bersama OJK dan LPS,” jelasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan ini mengatakan, saling mengisi ruang dan memitigasi bersama-sama terus dikuatkan, agar segala resiko terhadap kondisi sistem keuangan kedepan terantisipasi dengan baik.
“Semoga kerja sama, gotong royong ini menginspirasi banyak kementerian/lembaga lainnya, sekaligus memupuk modal semangat segera mengakhiri pandemi Covid19, dan menyosong kehidupan sosial dan ekonomi yang pulih seperti sedia kala,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :