Kadin Ajukan Permintaan Jaminan Modal Kerja ke Pemerintah

Jum'at, 29 Mei 2020 - 23:29 WIB
loading...
Kadin Ajukan Permintaan...
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan kekhawatirannya atas angka pengangguran yang meningkat akibat pandemi Covid-19. Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengakui memang pemerintah sudah memberikan beberapa stimulus fiskal dan moneter, namun bantuan ini belum cukup.

"Salah satu yang kami harapkan dari pemerintah adalah bantuan dari segi likuiditas, misalnya melalui pihak perbankan, karena 80% sektor keuangan ada di perbankan. Kami berharap ada injeksi dari perbankan, terutama memberikan modal kerja atau capex," ujar Rosan dalam live conference IDX Channel di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Menurut Rosan, kebijakan penyelamatan stimulus ini memang harus melalui sektor perbankan. Negara lain seperti Singapura sudah melakukan penjaminan dari pemerintah sebesar 80-90% untuk modal kerja baru karena banyak sektor usaha yang perlu modal untuk memulai kembali.

"Kami sudah sampaikan skema ini ke pemerintah dan kementerian terkait, ada liquidity dan credit risk yang harus diapproach pemerintah lewat perbankan. Penjaminan ini tidak semuanya dalam bentuk likuiditas. Hanya saja, saat ini bank-bank masih sibuk merestrukturisasi NPL," terangnya.

Untuk beberapa UMKM dan perusahaan, ada yang sudah meminta restrukturisasi ke perbankan di level 25-30% dari total lending. Baca: Kadin: Jumlah PHK dan Dirumahkan Sangat Mengkhawatirkan

Pihak Kadin hingga saat ini masih berkomunikasi secara intens dengan kementerian terkait, namun sejauh ini masih berada pada review bertahap, sehingga belum ada kepastian kapan skema ini akan dilaksanakan.

"Dalam memasuki new normal ini, PSBB tidak bisa terus-terusan, perlu ada pelonggaran. Yang penting timing-nya PSBB dan protokol Covid-19 yang dilakukan secara ketat dengan evaluasi berkala. Kami dari dunia usaha mempersiapkan diri untuk new normal, tapi pastinya ada tahapan-tahapan yang harus kami lakukan," jelas Rosan.

Ia mengatakan para pengusaha dan asosiasi harus optimis dalam menghadapi tekanan pandemi ini. "Covid-19 suatu saat akan berakhir, there is always a light in the end of the tunnel. Perlu ada upaya adaptasi, kreasi, dan inovasi, sehingga kita bisa bertahan dan berdampingan dengan Covid-19 sampai vaksin ditemukan," pungkas Rosan.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved