Gapki: Penanganan Karhutla Perlu Kolaborasi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan itu, Joko Supriyono mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama 26 perusahaan kelapa sawit anggota Gapki Kalsel yang sudah menerapkan zero burning policy.
“Saya tekankan soal karhutla, perusahaan tidak boleh menyelamatkan diri sendiri, itu tidak cukup. Saya mengajak seluruh perusahaan untuk berkontribusi terhadap semua kejadian karhutla di sekitar wilayah perusahaan. Sehingga perusahaan juga bisa mendapat manfaat tidak ada yang terbakar baik di dalam maupun luar konsesi,” tegasnya.
Sebagai wujud komitmen terhadap keseriusan perusahaan kelapa sawit, Ketua Gapki Kalsel, Eddy S Binti menegaskan bahwa Gapki Kalsel telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang ditujukan untuk pencegahan dan pengendalian bahaya karhutla.
(Baca juga:Identifikasi Hotspot Karhutla di Muaro Jambi Dibantu CCTV Pantau Asap)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Sahrudin memaparkan bahwa jumlah titik hotspot di Kalsel terus mengalami penurunan sejak 2020 hingga saat ini. “Semua tidak bisa tercapai jika tidak ada kolaborasi antara semua stakeholder,” katanya.
Sejalan hal tersebut, AKBP Tri Hambodo, Kasubdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Kalsel menyampaikan bahwa semua upaya penanganan karhutla sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo tanggal 22 Februari 2021 sudah dilakukan maksimal yaitu untuk selalu mengutamakan upaya pencegahan melalui deteksi dini titik api.
“Saya tekankan soal karhutla, perusahaan tidak boleh menyelamatkan diri sendiri, itu tidak cukup. Saya mengajak seluruh perusahaan untuk berkontribusi terhadap semua kejadian karhutla di sekitar wilayah perusahaan. Sehingga perusahaan juga bisa mendapat manfaat tidak ada yang terbakar baik di dalam maupun luar konsesi,” tegasnya.
Sebagai wujud komitmen terhadap keseriusan perusahaan kelapa sawit, Ketua Gapki Kalsel, Eddy S Binti menegaskan bahwa Gapki Kalsel telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang ditujukan untuk pencegahan dan pengendalian bahaya karhutla.
(Baca juga:Identifikasi Hotspot Karhutla di Muaro Jambi Dibantu CCTV Pantau Asap)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Sahrudin memaparkan bahwa jumlah titik hotspot di Kalsel terus mengalami penurunan sejak 2020 hingga saat ini. “Semua tidak bisa tercapai jika tidak ada kolaborasi antara semua stakeholder,” katanya.
Sejalan hal tersebut, AKBP Tri Hambodo, Kasubdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Kalsel menyampaikan bahwa semua upaya penanganan karhutla sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo tanggal 22 Februari 2021 sudah dilakukan maksimal yaitu untuk selalu mengutamakan upaya pencegahan melalui deteksi dini titik api.
Lihat Juga :