Komnas Pengendalian Tembakau Kaitkan Krisis Covid-19 dengan Rokok
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cara Sadap WhatsApp Cuma dengan Dua Langkah Saja
Soal jumlah perokok anak, derdasarkan data Riskesdas, pada 2013, jumlah perokok anak 7,2% dan naik menjadi menjadi 9,1% pada 2018. Angka tersebut telah melewati target capaian RPJMN 2014-2019 untuk menurunkan prevalensi perokok anak menjadi 5,4% pada 2019.
Sementara, merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pandemi Covid-19 tidak berdampak pada industri rokok. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk milik Philip Morris asal Amerika Serikat mengantongi pendapatan Rp47,2 triliun pada semester I-2021 atau naik 6,5% (yoy). Begitu juga dengan PT Gudang Garam International Tbk yang pendapatannya naik 12,9% menjadi Rp60,6 triliun.
Soal jumlah perokok anak, derdasarkan data Riskesdas, pada 2013, jumlah perokok anak 7,2% dan naik menjadi menjadi 9,1% pada 2018. Angka tersebut telah melewati target capaian RPJMN 2014-2019 untuk menurunkan prevalensi perokok anak menjadi 5,4% pada 2019.
Sementara, merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pandemi Covid-19 tidak berdampak pada industri rokok. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk milik Philip Morris asal Amerika Serikat mengantongi pendapatan Rp47,2 triliun pada semester I-2021 atau naik 6,5% (yoy). Begitu juga dengan PT Gudang Garam International Tbk yang pendapatannya naik 12,9% menjadi Rp60,6 triliun.
(uka)
Lihat Juga :