Mowilex Pastikan Keamanan Produk Cat Kayu dan Besi
Jum'at, 03 September 2021 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Setelah berhenti memproduksi Mowilex Cat Kayu & Besi yang mengandung timbal tahun 2019, menjadikan Mowilex berada satu tahun lebih awal dari target penghentian yang ditetapkan oleh Aliansi Global untuk menghilangkan cat bertimbal. Aliansi yang diorganisir oleh WHO dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, melaporkan bahwa 79 negara telah menetapkan batasan yang mengikat secara hukum untuk produksi, impor, dan penjualan cat bertimbal per Desember 2020. Batasan tersebut bervariasi di tiap negara, 90 ppm di Amerika Serikat, 100 ppm di Swiss, 1.000 ppm di Australia dan Selandia Baru.
Saat ini Indonesia masih memiliki batas fakultatif 600 ppm, meskipun menurut informasi yang diperoleh dari situs web Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, rencananya akan ada rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI), tentang mainan anak, eco-label, serta cat emulsi, dan ambang batas kandungan timbal yang akan ditetapkan, yakni sebesar maksimal 90 ppm.
Direktur dan Kepala Riset dan Pengembangan Produk Mowilex Novina Tjahjadi, mengatakan Bahan alternatif pengganti timbal untuk cat pelapis kayu dan besi lebih mahal. Namun, mengikuti batas aman untuk pelanggan adalah prioritas Mowilex sehingga kami memilih untuk mengembangkan formula baru yang sesuai dengan ambang batas aman (yaitu di bawah 90 ppm) tanpa memengaruhi kinerja dan kualitas produk. "Untuk itu langkah kami berikutnya adalah menukar sisa produk Mowilex Cat Kayu & Besi yang diproduksi sebelum tahun 2019, dimana masih mengandung timbal di atas 90 ppm," kata Novina.
Sasaran dari kampanye Mowilex Pasti Aman adalah para mitra toko dan distributor. Mereka diajak untuk mengajukan penukaran produk Mowilex Cat Kayu & Besi yang diproduksi sebelum tahun 2019, mulai dari 1 September 2021 hingga 31 Desember 2021. Toko dan distributor yang memiliki produk Mowilex Cat Kayu & Besi formula lama di toko atau gudang mereka dapat menukarkan dengan mengunjungi situs mowilexpastiaman.mowilex.com. Program penukaran ini dilaksanakan secara nasional dan tanpa adanya biaya alias gratis.
Turunan semua warna kuning dan merah yang mengandung timbal di atas 90 ppm, akan diganti atau ditukarkan dengan Mowilex Cat Kayu & Besi formula terbaru yang lebih aman. “Mowilex ingin melakukan sesuatu yang lebih untuk melindungi konsumen,” tegas Niko.
Saat ini Indonesia masih memiliki batas fakultatif 600 ppm, meskipun menurut informasi yang diperoleh dari situs web Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, rencananya akan ada rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI), tentang mainan anak, eco-label, serta cat emulsi, dan ambang batas kandungan timbal yang akan ditetapkan, yakni sebesar maksimal 90 ppm.
Direktur dan Kepala Riset dan Pengembangan Produk Mowilex Novina Tjahjadi, mengatakan Bahan alternatif pengganti timbal untuk cat pelapis kayu dan besi lebih mahal. Namun, mengikuti batas aman untuk pelanggan adalah prioritas Mowilex sehingga kami memilih untuk mengembangkan formula baru yang sesuai dengan ambang batas aman (yaitu di bawah 90 ppm) tanpa memengaruhi kinerja dan kualitas produk. "Untuk itu langkah kami berikutnya adalah menukar sisa produk Mowilex Cat Kayu & Besi yang diproduksi sebelum tahun 2019, dimana masih mengandung timbal di atas 90 ppm," kata Novina.
Sasaran dari kampanye Mowilex Pasti Aman adalah para mitra toko dan distributor. Mereka diajak untuk mengajukan penukaran produk Mowilex Cat Kayu & Besi yang diproduksi sebelum tahun 2019, mulai dari 1 September 2021 hingga 31 Desember 2021. Toko dan distributor yang memiliki produk Mowilex Cat Kayu & Besi formula lama di toko atau gudang mereka dapat menukarkan dengan mengunjungi situs mowilexpastiaman.mowilex.com. Program penukaran ini dilaksanakan secara nasional dan tanpa adanya biaya alias gratis.
Turunan semua warna kuning dan merah yang mengandung timbal di atas 90 ppm, akan diganti atau ditukarkan dengan Mowilex Cat Kayu & Besi formula terbaru yang lebih aman. “Mowilex ingin melakukan sesuatu yang lebih untuk melindungi konsumen,” tegas Niko.
Lihat Juga :