Facebook Minta Maaf Usai Labeli Video Pria Kulit Hitam sebagai Primata
Minggu, 05 September 2021 - 22:30 WIB
loading...
Kesalahan teknologi AI membuat Facebook meminta maaf. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Raksasa teknologi Facebook Inc meminta maaf setelah memberikan label video seorang pria berkulit hitam sebagai primata.
Dalam sebuah video lama bulan Juni 2020 yang diunggah Daily Mail di Facebook, menampilkan seorang pria kulit hitam sedang bercekcok dengan warga sipil kulit putih dan sejumlah petugas polisi. Setelah video berakhir, muncul sebuah pesan otomatis yang mengatakan "Masih mau melihat video tentang Primata?".
Baca juga: Pemuda Gantung Diri Sambil Siaran Langsung di Facebook Gemparkan Kota Bitung
Sontak hal itu membuat geger jagat dunia maya di Amerika Serikat, yang membuat internal Facebook turun tangan untuk menyelidiki sekaligus menonaktifkan fitur yang didukung oleh artificial intelligence (AI) miliknya itu.
"Kami terus meningkatkan performa AI di Facebook, kami tahu itu tidak sempurna ... Kami meminta maaf kepada siapa pun yang mungkin telah melihat rekomendasi video yang ofensif ini," tutur Juru Bicara Facebook Dani Lever dalam sebuah pernyataan, dilansir New York Times, Jumat (3/9/2021).
Dalam sebuah video lama bulan Juni 2020 yang diunggah Daily Mail di Facebook, menampilkan seorang pria kulit hitam sedang bercekcok dengan warga sipil kulit putih dan sejumlah petugas polisi. Setelah video berakhir, muncul sebuah pesan otomatis yang mengatakan "Masih mau melihat video tentang Primata?".
Baca juga: Pemuda Gantung Diri Sambil Siaran Langsung di Facebook Gemparkan Kota Bitung
Sontak hal itu membuat geger jagat dunia maya di Amerika Serikat, yang membuat internal Facebook turun tangan untuk menyelidiki sekaligus menonaktifkan fitur yang didukung oleh artificial intelligence (AI) miliknya itu.
"Kami terus meningkatkan performa AI di Facebook, kami tahu itu tidak sempurna ... Kami meminta maaf kepada siapa pun yang mungkin telah melihat rekomendasi video yang ofensif ini," tutur Juru Bicara Facebook Dani Lever dalam sebuah pernyataan, dilansir New York Times, Jumat (3/9/2021).
Lihat Juga :