RI-China Transaksi Pakai Uang Lokal, BI Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Rabu, 08 September 2021 - 15:25 WIB
loading...
RI-China Transaksi Pakai...
BI menegaskan tidak memberikan perlakuan khusus terkait kerja sama penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal dengan China. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS). Kerja sama ini mulai diimplementasikan pada Senin (6/9/2021) lalu.

Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan, kerja sama LCS merupakan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas nilai rupiah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pasar valuta asing (valas) dalam negeri.

Baca Juga: Dear Pengusaha, Ini Keuntungan Jika RI Berani Tinggalkan Dolar AS

"LCS konteksnya membantu kita menjaga stabilitas melalui penguatan pasar valas di dalam negeri, yang selama ini memang masih sangat didominasi oleh mata uang kuat. Nah, itu membuat kita sangat sensitif terhadap pergerakan nilai tukar di mata uang kuat," jelasnya dalam Taklimat Media Bank Indonesia (BI) secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Doddy menjelaskan, impelementasi kerja sama dengan China bukanlah yang pertama. Dia juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya tidak ada perlakuan khusus terhadap terhadap negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Tak Ada Pemain Lokal,...
Tak Ada Pemain Lokal, Berikut Top Skor Liga 1 2023/2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved