Bos Sampoerna Angkat Bicara Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok

Jum'at, 10 September 2021 - 12:20 WIB
loading...
Bos Sampoerna Angkat...
Presdir HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis. FOTO/HM Sampoerna
A A A
JAKARTA - Pemerintah memberikan sinyal adanya kenaikan cukai rokok pada 2022 dengan dalih mengerek pendapatan negara menjadi sebesar Rp203 triliun. Menanggapi hal ini pelaku industri hasil tembakau bereaksi sekaligus memberi saran kepada pemerintah.

Presiden Direktur HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif cukai pada 2022. Alasannya, kinerja industri hasil tembakau (IHT) dilaporkan merosot hampir 10% selama 2020 akibat pandemi Covid-19.

"Kinerja IHT di tahun 2021 setelah mengalami penurunan hampir 10% pada tahun 2020 masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19," kata Mindaugas saat Public Expose Live 2021 secara virtual, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga: Penolakan Kenaikan Cukai Tembakau Semakin Meluas

Bos produsen rokok Sampoerna ini memandang imbas kenaikan cukai hingga dua digit selama dua tahun terakhir memberi dampak negatif ke perseroan. Pihaknya menyatakan bahwa penerapan kebijakan cukai pada 2022 sangat krusial bagi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor tembakau.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kembali secara hati-hati rencana kenaikan tarif cukai 2022 untuk mendukung pemulihan IHT dari krisis sehingga turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja," tutur Mindaugas.

Seperti diketahui kenaikan cukai dalam beberapa tahun terakhir memberi dampak keuangan HMSP. Adapun laba kotor perusahaan turun 9,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Persentase tersebut mendorong laba bersih perseroan anjlok 15,4% menjadi Rp4,1 triliun selama enam bulan pertama 2021.

Kendati demikian, konsumsi masyarakat produk HMSP masih cukup signifikan. Hal itu terbukti dari capaian penjualan bersih HMSP meningkat 6,5% sebesar Rp47,6 triliun. Penurunan mobilitas dan ekonomi masyarakat yang cenderung negatif, secara keseluruhan berdampak langsung pada kondisi finansial perusahaan dan kontribusi pajak.

Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, Sampoerna terus berupaya menjaga stabilitas bisnis dengan terus berkomitmen memperkuat inovasi dan strategi investasi, termasuk pada portofolio Sigaret Kretek Tangan (SKT),” terang Mindaugas.

Baca Juga: Taliban Pukuli Wartawan Peliput Demo Wanita Afghanistan, Ini Buktinya

Perseroan mencatat ada penurunan tren perdagangan (downtrading) di mana perokok dewasa telah beralih ke produk dengan cukai dan harga yang murah. Kinerja pangsa pasar Sampoerna pada semester 1 2021 pun mengalami penurunan sebesar 1,3% basis poin menjadi 28,0%.

"Meski demikian, Sampoerna A produk utama perusahaan serta portofolio SKT mencatatkan kenaikan pangsa pasar sebesar 0,5% basis poin menjadi 12,5% dan 0,3 persen basis poin menjadi 7,0% pada semester 1 2021," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Rekomendasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Berita Terkini
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved