Sri Mulyani Kasih Nilai C ke Pemda Soal Reformasi Birokrasi

Senin, 13 September 2021 - 19:06 WIB
loading...
Sri Mulyani Kasih Nilai...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan, bahwa tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pemda) belum optimal. Hal itu terlihat dari rendahnya nilai reformasi birokrasi Pemda. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan, bahwa tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah ( Pemda ) belum optimal. Hal itu terlihat dari rendahnya nilai reformasi birokrasi Pemda.

Baca Juga: Kinerja Pelayanan Dikeluhkan, Wapres Minta Roadmap Reformasi Birokrasi Dievaluasi

Padahal faktor krusial untuk mencapai kesejahteraan rakyat tak jauh dari tindak lanjut para Pemimpin Daerah dalam melaksanakan berbagai urusan yang sudah diserahkan. Adapun capaian tersebut belum dirasa maksimal lantaran didapati indikator undang-undang desentralisasi dan dari sisi keuangan negara dengan daerah belum berjalan dengan optimal.

“Berdasarkan observasi pemerintah sejak tahun 2004 hingga 2021, tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah belum optimal. Hal itu terlihat dari rendahnya nilai reformasi birokrasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang sebagian besar masih pada predikat CC dan C,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (13/9/2021).

Selain itu, ia mengatakan isu transparansi dan integritas selain kompetensi juga sangat menonjol dan menjadi concern publik selama kurun waktu tersebut. Dimana pada rentan waktu 17 tahun itu terdapat 127 Kepala Daerah yang telah menjadi terpidana kasus korupsi.

“Kita juga melihat pengelolaan keuangan daerah yang belum optimal dengan indikasi besarnya belanja birokrasi. Seperti belanja pegawai dan belanja-belanja barang dan jasa yang rata-rata mencapai 59 persen dari total anggaran daerah dalam tiga tahun terakhir ini,” bebernya.

Baca Juga: Menaker: Reformasi Birokrasi melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi

Tak hanya itu, bahkan Menkeu menuturkan bahwa kolaborasi antar daerah maupun dalam menciptakan daya saing masih sangat rendah. Baginya, dengan belum optimalnya kapasitas daerah maka akan semakin sulit untuk meraih pencapaian bernegara.

“Contohnya penyelenggaraan urusan pendidikan dasar dan menengah yang merupakan urusan yang di desentralisasikan ke daerah. Sehingga apabila daerah tidak dapat melaksanakannya dengan baik maka dampaknya akan terasa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan berdampak pula pada kualitas sumber daya manusia ke depan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Indonesia Terlalu Banyak...
Indonesia Terlalu Banyak Regulasi, Bikin Biaya Ekonomi Mahal dan Hambat Investasi Masuk
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Bayar Pajak Daerah di...
Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Dicecar soal Transfer...
Dicecar soal Transfer ke Daerah Minim, Purbaya: Jangan Protes ke Saya, Usulan dari Pak Tito
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved