Menkeu Beberkan 7 Agenda Prioritas Jalur Keuangan di G20

Selasa, 14 September 2021 - 22:59 WIB
loading...
Menkeu Beberkan 7 Agenda...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 akan ada 7 agenda prioritas terkait jalur keuangan atau finance track. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 akan ada 7 agenda prioritas terkait jalur keuangan atau finance track yang difokuskan pada penanganan isu-isu global. Namun tetap membahas bagaimana berkoordinasi untuk pemulihan ekonomi .

“Untuk agenda di finance track yang akan dibahas, akan ada 7 agenda. Secara cepat akan saya sampaikan yang paling utama dan penting adalah mengenai negara-negara G20 akan membahas bagaimana berkoordinasi untuk memulihkan ekonomi global,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Berangkat dari Krisis 2008, Sri Mulyani Beberkan Sejarah G20

Menkeu menegaskan, agenda tersebut sesuai dengan tema Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 yaitu Recover Together and Recover Stronger. Tujuannya agar semua negara G20 bisa pulih bersama, dan pulih menjadi lebih kuat maka dibutuhkan koordinasi policy global.

Selain itu, kata Menkeu yang paling sering dibahas dalam G20 yaitu kapan negara-negara terutama di G20 semuanya melakukan kebijakan extra Ordinary di bidang fiskal dan moneter.

“Akan menetapkan kapan mulai melakukan exit policy yaitu mengurangi intervensi kebijakan makro yang luar biasa dan pasti tidak sustainable secara bertahap dan terkoordinasi,” ujarnya.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara dan pertumbuhan ekonomi global bisa sustainable atau terus berlangsung. Menurutnya, tentu bukan hal yang mudah karena setiap negara memiliki kondisi yang berbeda-beda kebijakan fiskal.

"Seperti di Indonesia yang extra Ordinary di mana kita membolehkan adanya defisit di atas 3 persen tidak berjalan selamanya, dan semua negara juga situasi yang sama di kebijakan fiskal nya,” katanya.

Agenda kedua, semua negara G-20 akan membahas terkait dampak covid-19 di bidang kesehatan hingga perekonomian. Juga pembahasan mengenai produktivitas dan memulihkan ekonomi kembali.

Baca Juga: RI Tuan Rumah G20, Airlangga: Konsumsi Domestik Bisa Naik Rp1,7 Triliun

Agenda ketiga, terkait central bank digital currency. Kemudian agenda keempat terkait sustainable finance. Menkeu menjelaskan, dalam agenda keempat merupakan isu yang juga penting untuk dibahas menyangkut climate change, Green Finance, termasuk bagaimana stimulus atau dukungan di bidang fiskal untuk menciptakan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang hijau dan sustainable.

Kelima, mengenai cross-border payment. Keenam, terkait financial inclusion digital and SME. “Ini adalah topik yang sangat sangat penting bagi Indonesia dan juga relevan dan akan menjadi prioritas pada pembahasan G20 finance track,” ujarnya.

Ketujuh atau terakhir, dalam G20 tahun 2022 akan membahas terkait kemajuan dan pelaksanaan dari persetujuan dan perkembangan Global tax.

“Akan dibahas berbagai pembahasan mengenai tax insentif, tax and digitalization, praktek Penghindaran pajak atau tax avoidance terutama berkaitan dengan base erosion and profit shifting dan tax transparency, juga tax development serta text certainty,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan
Rusia Peringatkan Krisis...
Rusia Peringatkan Krisis Energi Bakal Hantui Dunia Berbulan-bulan, Gencatan Senjata Belum Cukup?
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pensiun Jadi Menkeu,...
Pensiun Jadi Menkeu, Sri Mulyani akan Ngajar di Oxford
Tidak Sampai Rp1 Miliar,...
Tidak Sampai Rp1 Miliar, Ini Deretan Kendaraan Mantan Menkeu Sri Mulyani
Rekomendasi
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved