Gara-gara 600 Ribu WNI Berobat ke Luar Negeri, Wisata Medis Akan Dikembangkan
Kamis, 16 September 2021 - 08:50 WIB
loading...
SPA masuk dalam empat ruang lingkup besar wisata medis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mencanangkan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia.
“Permasalahan utama adalah pengembangan wisata kesehatan di Indonesia belum optimal. Menurut data Oliver Wyman 2018, sebanyak 600.000 masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menjalani pengobatan di luar negeri,” kata Luhut melalui keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Strategi Mengejar Potensi Rp2.580 Triliun dari Wisata Kesehatan
Luhut menyampaikan hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia masih belum terlalu percaya terhadap pelayanan dan kepercayaan terhadap kualitas kesehatan yang ada di negeri sendiri.
“Ini juga salah satunya disebabkan oleh adanya entitas khusus yang menaungi wisata kesehatan. Maka dari pada itu pemerintah juga telah mencanangkan pembentukan Indonesia Health Tourism Board (IHTB),” tambahnya.
Menurut Luhut tujuan utama dalam pembentukan IHTB adalah untuk menaungi dan mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. IHTB juga diharapkan dapat meminimalisasi ketidakpercayaan masyarakat pada institusi medis di Indonesia, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Pengembangan wisata kesehatan Indonesia tersebut terbagi dalam empat ruang lingkup besar, yakni wisata medis berbasis layanan unggulan, wisata kebugaran dan herbal berbasis SPA, pelayanan kesehatan tradisional dan herbal, wisata olahraga kesehatan berbasis event olahraga, serta wisata ilmiah berbasis MICE (meeting, incentive, convention, exhibition),” jelas Luhut.
“Permasalahan utama adalah pengembangan wisata kesehatan di Indonesia belum optimal. Menurut data Oliver Wyman 2018, sebanyak 600.000 masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menjalani pengobatan di luar negeri,” kata Luhut melalui keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Strategi Mengejar Potensi Rp2.580 Triliun dari Wisata Kesehatan
Luhut menyampaikan hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia masih belum terlalu percaya terhadap pelayanan dan kepercayaan terhadap kualitas kesehatan yang ada di negeri sendiri.
“Ini juga salah satunya disebabkan oleh adanya entitas khusus yang menaungi wisata kesehatan. Maka dari pada itu pemerintah juga telah mencanangkan pembentukan Indonesia Health Tourism Board (IHTB),” tambahnya.
Menurut Luhut tujuan utama dalam pembentukan IHTB adalah untuk menaungi dan mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. IHTB juga diharapkan dapat meminimalisasi ketidakpercayaan masyarakat pada institusi medis di Indonesia, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Pengembangan wisata kesehatan Indonesia tersebut terbagi dalam empat ruang lingkup besar, yakni wisata medis berbasis layanan unggulan, wisata kebugaran dan herbal berbasis SPA, pelayanan kesehatan tradisional dan herbal, wisata olahraga kesehatan berbasis event olahraga, serta wisata ilmiah berbasis MICE (meeting, incentive, convention, exhibition),” jelas Luhut.
Lihat Juga :