6 Bulan Berjalan, Transaksi Pasar Fisik Timah di BBJ Tembus Rp500 Miliar
Kamis, 16 September 2021 - 14:38 WIB
loading...
BBJ mencatat pertumbuhan positif pada pasar fisik timah dalam negeri baik dari jumlah lot maupun nilai transaksi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pasar fisik timah dalam negeri yang mulai diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sejak Maret 2021, hingga Agustus 2021 telah mencatatkan nilai transaksi lebih dari Rp538 miliar. Bahkan, di bulan Agustus 2021 mencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp107,2 miliar dalam 220 lot.
BBJ juga mencatat pertumbuhan positif pada perdagangan di pasar fisik timah dalam negeri, baik dari jumlah lot maupun nilai transaksi. Di bulan Maret, tercatat transaksi sebanyak 160 lot dengan nilai transaksi Rp57,3 miliar. Selanjutnya, pada April tercatat transaksi sebanyak 235 lot dengan nilai transaksi Rp90,2 miliar.
Baca Juga: Tren Bullish Timah Berlanjut, Harga Betah di Atas Level USD35.000
Kemudian, pada bulan Mei, tercatat transaksi sebanyak 220 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp88,5 miliar. Bulan Juni, terjadi transaksi sebanyak 210 lot dengan nilai Rp95,9 miliar, dan di bulan Juli tercatat transaksi sebanyak 215 lot dengan nilai sebesar Rp98,9 miliar.
"Adanya pertumbuhan transaksi pasar dalam negeri ini, menunjukan bahwa industri dalam negeri yang membutuhkan bahan baku timah mengalami kenaikan permintaan, yang juga menunjukkan mulai menggeliatnya ruang gerak perekonomian nasional," ungkap Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang dalam keterangan resmi, Kamis (16/9/2021).
BBJ juga mencatat pertumbuhan positif pada perdagangan di pasar fisik timah dalam negeri, baik dari jumlah lot maupun nilai transaksi. Di bulan Maret, tercatat transaksi sebanyak 160 lot dengan nilai transaksi Rp57,3 miliar. Selanjutnya, pada April tercatat transaksi sebanyak 235 lot dengan nilai transaksi Rp90,2 miliar.
Baca Juga: Tren Bullish Timah Berlanjut, Harga Betah di Atas Level USD35.000
Kemudian, pada bulan Mei, tercatat transaksi sebanyak 220 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp88,5 miliar. Bulan Juni, terjadi transaksi sebanyak 210 lot dengan nilai Rp95,9 miliar, dan di bulan Juli tercatat transaksi sebanyak 215 lot dengan nilai sebesar Rp98,9 miliar.
"Adanya pertumbuhan transaksi pasar dalam negeri ini, menunjukan bahwa industri dalam negeri yang membutuhkan bahan baku timah mengalami kenaikan permintaan, yang juga menunjukkan mulai menggeliatnya ruang gerak perekonomian nasional," ungkap Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang dalam keterangan resmi, Kamis (16/9/2021).
Lihat Juga :