Strategi Bos Hugo Boss Hidupkan Lagi Bisnis yang Mati Suri Imbas Pandemi

loading...
Strategi Bos Hugo Boss Hidupkan Lagi Bisnis yang Mati Suri Imbas Pandemi
Ilustrasi Foto/hugoboss.com
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Hugo Boss Daniel Grieder menyatakan akan mengakuisisi sejumlah merek fashion lain untuk memperluas dan menumbuhkan jaringan perusahaan.

Sebagai produsen jas, mantel, kemeja, jaket, hingga celana panjang pria asal Jerman, pimpinan Hugo Boss ini meyakini langkah tersebut dapat menghidupkan kembali bisnisnya yang sempat mati suri diterjang pandemi Covid-19.

"Kami melakukan pendekatan agar bisa tumbuh lebih jauh dengan cara mengakuisisi sejumlah merek," terangnya kepada Manajer Magazin, dilansir Reuters, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kereta Bandara Yogyakarta Beroperasi Komersil Mulai Besok, Cek Jadwal dan Tarifnya



Seperti diketahui, penjualan ritel merek Hugo Boss dan entitas anaknya telah pulih semenjak berkurangnya pembatasan kunjungan di pusat perbelanjaan, terutama terjadi di Inggris dan China.

Terkait rencana akuisisi perusahaan fashion lain, Daniel melirik pasar busana di Eropa. "Di Eropa, bukan di Amerika Serikat yang masih belum punya pemain besar di sektor premium," ujarnya yang masih enggan menyebutkan secara spesifik nama perusahaan yang akan dibelinya.

Baca juga: Cara Menghitung Bunga KPR Floating Sebelum Ambil Cicilan Rumah

Belakangan ini, muncul kasak-kusuk di pemberitaan bahwa Hugo Boss akan membawa masuk sejumlah investor baru untuk menambah modal kerja. "Itu bukan jadi hal yang perlu ditanyakan sekarang," cetusnya.

Daniel, yang baru mendapat kursi CEO pada Juni lalu, dinilai memiliki ambisi besar untuk menjadikan Hugo Boss sebagai salah satu dari 100 merek global teratas dunia. Terbukti, perusahaan mengucurkan dana pemasaran sebesar 100 juta Euro hingga 2025.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top