Jateng Bisa Jadi yang Terdepan dalam Pengembangan PLTS, Ini Sebabnya
Jum'at, 17 September 2021 - 16:46 WIB
loading...
Jateng dinilai bisa menjadi pemimpin dalam pengembangan potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dinilai bisa menjadi pemimpin dalam pengembangan potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia. Hal ini melihat dari besarnya potensi tenaga surya yang berada di wilayah tersebut.
Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), potensi teknis surya di Jawa Tengah berlimpah yakni mencapai 193–670 gigawatt peak (GWp) dengan total potensi pembangkitan dari PLTS mencapai 285-959 terawatt-hour (TWh) per tahun.
Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan, PLTS adalah sumber energi yang tepat karena dapat digunakan on-site, terintegrasi dengan kawasan pabrik atau kawasan industri, dan juga harga listriknya semakin kompetitif.
"Pengembangan PLTS skala besar sangat relevan dan sejalan dengan keinginan Pemprov Jateng untuk menarik investasi. Dengan menyediakan dan mendukung pengembangan PLTS, maka Jateng dapat menjadi tujuan investasi untuk industri-industri yang membutuhkan energi terbarukan untuk tetap kompetitif," ujarnya, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: 5.000 SPBU Bakal Dipasang PLTS Atap, Pertamina Bisa Hemat Rp4 Miliar Setahun
Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), potensi teknis surya di Jawa Tengah berlimpah yakni mencapai 193–670 gigawatt peak (GWp) dengan total potensi pembangkitan dari PLTS mencapai 285-959 terawatt-hour (TWh) per tahun.
Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan, PLTS adalah sumber energi yang tepat karena dapat digunakan on-site, terintegrasi dengan kawasan pabrik atau kawasan industri, dan juga harga listriknya semakin kompetitif.
"Pengembangan PLTS skala besar sangat relevan dan sejalan dengan keinginan Pemprov Jateng untuk menarik investasi. Dengan menyediakan dan mendukung pengembangan PLTS, maka Jateng dapat menjadi tujuan investasi untuk industri-industri yang membutuhkan energi terbarukan untuk tetap kompetitif," ujarnya, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: 5.000 SPBU Bakal Dipasang PLTS Atap, Pertamina Bisa Hemat Rp4 Miliar Setahun
Lihat Juga :