Belanja Makanan Asia Bakal Lampaui USD8 Triliun di 2030
Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Di bagian lain, peningkatan permintaan pangan yang cepat itu juga memberi tekanan pada ekosistem makanan yang sudah rapuh, yang telah berada di bawah tekanan besar sejak pecahnya pandemi virus corona.
Baca Juga: Beda Gaya Ahok dan Anies ketika Dipanggil KPK
Menurut laporan itu, dibutuhkan investasi USD1,55 triliun pada tahun 2030 di seluruh rantai nilai untuk memenuhi permintaan pangan yang membengkak di kawasan ASia. Hal ini menandai peningkatan USD750 miliar dari USD800 miliar investasi hulu yang semula diperkirakan dalam laporan perdana grup tersebut pada 2019. "Itu menghadirkan peluang komersial yang signifikan bagi investor," kata Maheshwari.
Secara khusus, laporan tersebut menyoroti enam tren kritis, termasuk diet sehat, produk segar, sumber yang aman dan dapat dilacak, konsumsi berkelanjutan, protein alternatif, dan pembelian online.
"Tren-tren inilah yang perlu menjadi fokus agribisnis dan memastikan konsumen bisa mendapatkan jenis makanan ini selain volume yang kita butuhkan di tempat-tempat seperti Asia," kata Maheshwari. Menurut AgFunder, investasi teknologi pertanian telah tumbuh secara substansial sejak 2014, naik 377% menjadi USD30,5 miliar.
Baca Juga: Beda Gaya Ahok dan Anies ketika Dipanggil KPK
Menurut laporan itu, dibutuhkan investasi USD1,55 triliun pada tahun 2030 di seluruh rantai nilai untuk memenuhi permintaan pangan yang membengkak di kawasan ASia. Hal ini menandai peningkatan USD750 miliar dari USD800 miliar investasi hulu yang semula diperkirakan dalam laporan perdana grup tersebut pada 2019. "Itu menghadirkan peluang komersial yang signifikan bagi investor," kata Maheshwari.
Secara khusus, laporan tersebut menyoroti enam tren kritis, termasuk diet sehat, produk segar, sumber yang aman dan dapat dilacak, konsumsi berkelanjutan, protein alternatif, dan pembelian online.
"Tren-tren inilah yang perlu menjadi fokus agribisnis dan memastikan konsumen bisa mendapatkan jenis makanan ini selain volume yang kita butuhkan di tempat-tempat seperti Asia," kata Maheshwari. Menurut AgFunder, investasi teknologi pertanian telah tumbuh secara substansial sejak 2014, naik 377% menjadi USD30,5 miliar.
(fai)
Lihat Juga :