Bisnis Rokok Lesu, Grup Djarum Gencar Rambah Sektor Ritel dan Digital

Rabu, 22 September 2021 - 18:26 WIB
loading...
Bisnis Rokok Lesu, Grup...
Grup Djarum berencana mengakuisisi saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), emiten pengelola Ranch Market. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Grup Djarum dikabarkan tengah gencar mengakuisisi saham sejumlah perseroan. Langkah ekspansi bisnis ini dilakukan di tengah lesunya industri rokok akibat pandemi Covid-19 dan rencana kenaikan cukai.

Belakangan ini, Djarum melalui anak usahanya, PT Global Digital Niaga (GDN) atau Blibli.com, berencana mengakuisisi saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), emiten pengelola Ranch Market, dalam rangka memperluas ekosistem bisnis perseroan perusahaan e-commerce

Blibli akan mengeksekusi sebanyak 797.888.628 atau 51% saham RANC dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Saat ini, tahapan akuisisi tersebut telah diikat ke dalam Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) yang diumumkan perseroan pada 15 September lalu.

Baca juga: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Pengelola Menanti Akhir Pekan

Akuisisi ini dilakukan BliBli dari sejumlah pemegang saham RANC, seperti PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, David Kusumodjojo, Suharno Kusumodjojo, dan Harman Siswanto. Rencana pengambilalihan ini ditargetkan dapat selesai maksimal 40 hari sejak dikeluarkannya PPPS ini.

Lebih jauh lagi, baru-baru ini muncul kabar bahwa Grup Djarum, masih melalui GDN/Blibli, sedang berusaha mengambilalih sebagian besar saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pengecer alat elektronik.

Namun, pihak ERAA menepis rumor tersebut. Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada, Amelia Allen menyatakan perseroan tidak mengetahui informasi apapun terkait rencana tersebut.

"Sampai dengan saat ini Perseroan tidak mengetahui informasi apapun terkait dengan adanya rencana Djarum Grup untuk mengakuisisi saham perseroan," kata Amelia dalam catatan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Kabar Terbaru Kejatuhan Raksasa Properti China: Evergrande Mau Bayar Kupon Obligasi

Bukan kali pertama pada tahun ini Grup Djarum aktif mengakuisisi sejumlah perusahaan. Melalui anak usahanya yang lain yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Grup Djarum bakal mengambilalih setidaknya 90% saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang bergerak di bidang operasi dan penyewaan menara Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi. Artinya apabila pengambilalihan ini selesai, maka kepemilikan menara TOWR bakal bertambah.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menghantam keras bisnis industri rokok. Bukan hanya persoalan kesehatan, rencana pemerintah untuk menaikkan cukai menjadi tamparan keras bagi perusahaan rokok.

Beberapa sentra tembakau yang menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi tumpuan ekonomi daerah ikut terdampak pandemi, yang mengancam industri hasil tembakau (IHT) dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL).

Kementerian Keuangan sepanjang semester I/2021 melaporkan bahwa realisasi penerimaan cukai HPTL mencapai Rp298 miliar, terkontraksi 28% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut berbeda dengan penerimaan cukai hasil tembakau yang naik sebesar 57,85% (per Juli 2021), meskipun produksinya tergerus pandemi.

Menilik laporan keuangan sejumlah perusahaan rokok pada semester I/2021, terdapat penurunan pendapatan yang cukup signifikan. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengalami penurunan laba bersih sebanyak 15,29%. PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) juga masih mengalami penurunan penjualan sebesar 36,3%. Menilik kondisi ini, wajar saja jika kemudian industri rokok mulai merambah bisnis lain sebagai langkah diversifikasi usaha.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved