Kabar Terbaru Kejatuhan Raksasa Properti China: Evergrande Mau Bayar Kupon Obligasi

loading...
Kabar Terbaru Kejatuhan Raksasa Properti China: Evergrande Mau Bayar Kupon Obligasi
Kabar terbaru kejatuhan raksasa properti China, Evergrande yang terlilit utang Rp4.270 Triliun mengatakan, akan melakukan pembayaran kupon obligasi dalam negeri yang jatuh tempo pada 23 September 2021. Foto/Dok BBC
BEIJING - Evergrande Group akhirnya buka suara atas krisis utang yang dialaminya, dimana total utang raksasa properti China itu mencapai USD300 miliar atau setara Rp4.270 Triliun. Evergrande mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pembayaran kupon obligasi dalam negeri yang jatuh tempo pada 23 September 2021 mendatang.

Kabar terbaru ini meredakan gejolak pasar yang sempat gelisah mengingat risiko gagal bayar perusahaan yang dimungkinkan dapat mempengaruhi sistem keuangan global.

Baca Juga: Kasus Evergrande dan Tapering Fed Membayangi, Tapi Pasar Modal RI Masih Seksi

Menyusul kabar tersebut, sejumlah instrumen investasi berjangka (futures) AS, Yuan, dan Dolar Australia menguat, sementara aset safe-haven seperti Yen dan Treasury AS tergelincir.



Hengda Real Estate Group, nama lain Evergrande mengatakan dalam sebuah pernyataan bakal membayar kupon obligasi dalam negeri tepat waktu, sebesar 5,8% atau mencapai 232 Juta Yuan/ Rp512 miliar, yang memiliki tenor hingga 2025.

Seperti diketahui, perdagangan obligasi Evergrande sempat dihentikan sejak 16 September 2021, saat korporasi tersebut mengajukan penangguhan perdagangan di pasar reguler untuk beberapa hari ke depan. Secara teknis, perdagangan tetap dilanjutkan, tetapi hanya melalui transaksi negosiasi, untuk meredam volatilitas.

Evergrande memiliki keterkaitan dengan ekonomi China, mengingat aset dan jangkauannya yang luas baik di pasar domestik maupun mancanegara, sehingga kekhawatiran terhadapnya merebak belakangan ini.

Pembayaran pekan ini masih sebagian dari jumlah tanggungan yang musti dibayar Evergrande. Bloomberg mencatat hingga akhir tahun, korporasi wajib membayar kupon bunga sebesar USD669 juta.

"Ada sedikit kekhawatiran atas kemungkinan dampak ke luar," tulis analis Bespoke dalam catatannya, dilansir Reuters, Rabu (22/9/2021).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top