Bakal Tutup 13 Gerai Tahun Ini, Matahari Jamin Tak Ada PHK

loading...
Bakal Tutup 13 Gerai Tahun Ini, Matahari Jamin Tak Ada PHK
PT Matahari Department Store Tbk akan menutup 13 gerainya di tahun ini. Foto/Dok
JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) pada hari ini, Rabu (22/9/2021), menutup salah satu gerainya di Bogor. Per September 2021, manajemen Matahari mengonfirmasi telah menutup empat gerainya yang berlokasi di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Bogor.

Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan, gerai itu terpaksa ditutup lantaran secara bisnis lokasi tersebut tidak perform atau belum memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan dan bukan terdampak pandemi Covid-19 .

Baca juga: Ada Potensi PHK Karyawan Usai Indosat dan Hutchison 3 Melebur

"Ini sejalan dengan rencana perseroan sebelumnya yang akan menutup gerai-gerai yang tidak perform. Tahun ini sudah tutup 4 hingga hari ini, di Jogja, Jakarta, Bandung dan Bogor masing-masing satu gerai," kata Miranti kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (22/9/2021).



Meski akan menutup total 13 gerai tahun ini, Miranti memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Nantinya, para pekerja tersebut akan dialihkan ke gerai Matahari terdekat.

"Karyawan kami alihkan ke gerai-gerai terdekat, tidak ada yang di-PHK," ungkapnya.

Dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan menerapkan strategi omnichannel, yakni dengan memaksimalkan strategi penjualan secara fisik dan daring. Matahari juga masih akan melakukan ekspansi gerai di Tanah Air.

Baca juga: Cara Memisahkan Bayi Kembar Siam

"Beberapa gerai dapat diperbesar sesuai permintaan. Sementara itu beberapa gerai perlu dirasionalisasi sehubungan preferensi pilihan saluran pelanggan untuk berbelanja. Namun, secara keseluruhan, kami percaya bahwa keputusan ini harus diambil atas dasar kebutuhan pelanggan dan produktivitas," ungkap manajemen.

Sampai dengan semester pertama ini, LPPF tercatat membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532,48 miliar, berkebalikan dari rugi Rp357,87 miliar di periode yang sama tahun lalu. Perolehan laba bersih ini sejalan dengan naiknya pendapatan bersih LPPF sebesar 58,44% menjadi Rp3,57 triliun dari sebelumnya Rp2,25 triliun.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top