Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramal Tak Capai 5 Persen, Ini Sebabnya
Minggu, 26 September 2021 - 16:01 WIB
loading...
Suasana sepi di dalam sebuah mal di Jakarta saat pemberlakuan PPKM darurat. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 hanya mampu mencapai kisaran 3 persen. Adapun pada kuartal IV diproyeksikan ekonomi akan naik secara bertahap seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) .
“Apakah pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5 persen secara year-on-year (yoy) di kuartal III? Saya melihatnya kalaupun bisa tumbuh positif, mungkin akan di kisaran 3 persen," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (26/9/2021).
Dia mengaku tak bisa berharap banyak dari periode kuartal III tahun ini. Pasalnya, sumber utama pertumbuhan dari konsumsi rumah tangga khususnya sepanjang bulan Agustus mengalami penurunan cukup dalam sehubungan penerapan PPKM darurat yang dimulai bulan Juli. Sementara sisanya di bulan September, meskipun ada pelonggaran, kenaikan konsumsinya terjadi secara bertahap.
“Memang sudah mulai ada perubahan dalam hal mobilitas masyarakat ke tempat-tempat perbelanjaan. Tapi hitungannya hal itu masih terbatas karena beberapa daerah masih memberlakukan PPKM yang cukup ketat,” bebernya.
Baca juga: Siap-siap Bunda, PeduliLindungi Bakal Diterapkan di Pasar Rakyat
Bhima pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara full year atau sepanjang tahun ini akan berada pada kisaran 2-3 persen. "Jadi, masih butuh waktu sampai kembali ke level sebelum pandemi,” tukasnya.
“Apakah pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5 persen secara year-on-year (yoy) di kuartal III? Saya melihatnya kalaupun bisa tumbuh positif, mungkin akan di kisaran 3 persen," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (26/9/2021).
Dia mengaku tak bisa berharap banyak dari periode kuartal III tahun ini. Pasalnya, sumber utama pertumbuhan dari konsumsi rumah tangga khususnya sepanjang bulan Agustus mengalami penurunan cukup dalam sehubungan penerapan PPKM darurat yang dimulai bulan Juli. Sementara sisanya di bulan September, meskipun ada pelonggaran, kenaikan konsumsinya terjadi secara bertahap.
“Memang sudah mulai ada perubahan dalam hal mobilitas masyarakat ke tempat-tempat perbelanjaan. Tapi hitungannya hal itu masih terbatas karena beberapa daerah masih memberlakukan PPKM yang cukup ketat,” bebernya.
Baca juga: Siap-siap Bunda, PeduliLindungi Bakal Diterapkan di Pasar Rakyat
Bhima pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara full year atau sepanjang tahun ini akan berada pada kisaran 2-3 persen. "Jadi, masih butuh waktu sampai kembali ke level sebelum pandemi,” tukasnya.
Lihat Juga :