Bangun FPSA Tebet, Sarana Jaya Siapkan Pemantau Emisi
Jum'at, 24 September 2021 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
“Ini merupakan wujud keterbukaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Sarana Jaya kepada masyarakat, memastikan bahwa FPSA Skala Mikro di Tebet terus mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar fasilitas ini,” tambah Agus.
FPSA Skala Mikro di Tebet akan dibangun menggunakan teknologi pemusnah sampah Hybrid Hydrodrive, dengan mengintegrasikan teknologi thermal dan non-thermal. Adapun untuk teknologi thermal ini adalah teknologi yang telah digunakan di beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, dan Austria dengan penggunaan teknologi jenis ini terus meningkat sejak tahun 1995 sampai dengan 2019 di seluruh dunia, peningkatannya dari 12% menjadi 27%.
Baca Juga: Hanya di Ciledug, Sampah Dijadikan Trotoar Pembatas Jalan
Teknologi ini mampu mengurangi residu sampah hingga tersisa hanya 10% dan efisien dari segi operasional. Fasilitas ini juga memastikan kenyamanan, kebersihan dan kesehatan masyarakat sekitar agar tidak terdampak dengan adanya fasilitas pengolahan sampah. Beberapa teknologi dan peralatan lainnya juga akan diterapkan pada fasilitas ini dalam upaya untuk memitigasi risiko bau, asap, bising, dan banjir.
FPSA Skala Mikro di Tebet juga akan dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti Learning Centre, Ampitheatre, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Sarana olahraga, kantin, serta mushola yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. “Keberadaan fasilitas tersebut di dalam area FPSA Skala Mikro menjadi bukti bahwa emisi dari pengolahan sampah di fasilitas ini sangat sedikit dan tidak mengganggu masyarakat, bahkan cenderung mendukung aktivitas kita semua. FPSA Skala Mikro bukan hanya tempat pembuangan sampah modern, tapi menjadi sebuah gaya hidup baru yang perlu kita biasakan,” tutup Agus.
FPSA Skala Mikro di Tebet akan dibangun menggunakan teknologi pemusnah sampah Hybrid Hydrodrive, dengan mengintegrasikan teknologi thermal dan non-thermal. Adapun untuk teknologi thermal ini adalah teknologi yang telah digunakan di beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, dan Austria dengan penggunaan teknologi jenis ini terus meningkat sejak tahun 1995 sampai dengan 2019 di seluruh dunia, peningkatannya dari 12% menjadi 27%.
Baca Juga: Hanya di Ciledug, Sampah Dijadikan Trotoar Pembatas Jalan
Teknologi ini mampu mengurangi residu sampah hingga tersisa hanya 10% dan efisien dari segi operasional. Fasilitas ini juga memastikan kenyamanan, kebersihan dan kesehatan masyarakat sekitar agar tidak terdampak dengan adanya fasilitas pengolahan sampah. Beberapa teknologi dan peralatan lainnya juga akan diterapkan pada fasilitas ini dalam upaya untuk memitigasi risiko bau, asap, bising, dan banjir.
FPSA Skala Mikro di Tebet juga akan dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti Learning Centre, Ampitheatre, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Sarana olahraga, kantin, serta mushola yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. “Keberadaan fasilitas tersebut di dalam area FPSA Skala Mikro menjadi bukti bahwa emisi dari pengolahan sampah di fasilitas ini sangat sedikit dan tidak mengganggu masyarakat, bahkan cenderung mendukung aktivitas kita semua. FPSA Skala Mikro bukan hanya tempat pembuangan sampah modern, tapi menjadi sebuah gaya hidup baru yang perlu kita biasakan,” tutup Agus.
(nng)
Lihat Juga :