Larangan Beli Kripto di China Hanya Mempan untuk Investor Baru, Pemain Lama Selow Aja
Selasa, 28 September 2021 - 16:36 WIB
loading...
Peredaran uang kripto dilarang di China. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah investor mata uang kripto mengaku tidak terpengaruh atas tindakan keras pemerintah China yang melarang peredarannya dan sempat mengguncang pasar pada Jumat (24/9/2021) pekan lalu.
Adapun hari ini harga Bitcoin terpantau masih diperdagangkan pada kisaran USD42.600 menyusul hantaman Bank Sentral China yang bakal membasmi penambangan aset digital tersebut.
Perusahaan perdagangan kripto seperti Huobi dan Binance memperingatkan investornya untuk mengganti nomor ponsel China dan meminta untuk melakukan pendaftaran dengan akun baru.
Baca juga: Tegas! China Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto, Termasuk Bitcoin
Seperti diketahui larangan keras otoritas China membuat harga Bitcoin sempat terpuruk belakangan ini. Namun, hal tersebut tidak menjadi kekhawatiran para pemain kripto.
Eksekutif perusahaan dompet kripto Ballet Global mengatakan bahwa peringatan terbaru Beijing dapat menjadi penghambat investor baru ke mata uang digital tersebut. Namun, dirinya percaya kepada mereka yang telah mengalami tindakan keras di masa lalu dapat melihat hal ini sebagai peluang.
"Saya sudah membeli beberapa (kripto) saat harganya turun," ungkap Bobby Lee, Chief Executive Ballet Global Inc, dilansir Bloomberg, Selasa (28/9/2021).
Adapun hari ini harga Bitcoin terpantau masih diperdagangkan pada kisaran USD42.600 menyusul hantaman Bank Sentral China yang bakal membasmi penambangan aset digital tersebut.
Perusahaan perdagangan kripto seperti Huobi dan Binance memperingatkan investornya untuk mengganti nomor ponsel China dan meminta untuk melakukan pendaftaran dengan akun baru.
Baca juga: Tegas! China Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto, Termasuk Bitcoin
Seperti diketahui larangan keras otoritas China membuat harga Bitcoin sempat terpuruk belakangan ini. Namun, hal tersebut tidak menjadi kekhawatiran para pemain kripto.
Eksekutif perusahaan dompet kripto Ballet Global mengatakan bahwa peringatan terbaru Beijing dapat menjadi penghambat investor baru ke mata uang digital tersebut. Namun, dirinya percaya kepada mereka yang telah mengalami tindakan keras di masa lalu dapat melihat hal ini sebagai peluang.
"Saya sudah membeli beberapa (kripto) saat harganya turun," ungkap Bobby Lee, Chief Executive Ballet Global Inc, dilansir Bloomberg, Selasa (28/9/2021).
Lihat Juga :