Hantaman Krisis Listrik di China Jauh Lebih Dahsyat Dibandingkan Evergrande

Kamis, 30 September 2021 - 10:39 WIB
loading...
Hantaman Krisis Listrik...
Krisis listrik di China telah mengakibatkan pabrik-pabrik tutup di seluruh negeri . FOTO/ILUSTRASI/REUTERS/TINGSHU WANG
A A A
JAKARTA - Krisis listrik di China memiliki dampak jauh lebih dahsyat dibandingkan Evergrande . Hantaman krisis listrik telah mengakibatkan pabrik-pabrik tutup di seluruh negeri sehingga ancamannya jauh lebih besar terhadap ekonomi.

Dilansir dari Reuters, Kamis (30/9) krisis listrik di China diakibatkan penerapan standar emisi yang jauh lebih ketat. Sementara permintaan listrik yang cukup besar di sektor industri dibatasi untuk memenuhi tujuan pengurangan emisi karbon.

Baca Juga: China dan Inggris Krisis Energi, Indonesia Gimana Nih?

Manajer Dana Lindung Nilai dari Water Wisdom Asset Management Yuan Yuwei mengatakan krisis listrik terjadi karena demand dan supply tidak seimbang. Krisis energi tersebut memberikan pukulan telak terhadap konsumsi dan ekonomi riil. "Ini akan membawa ekonomi China jatuh lebih cepat," kata dia.

Ada sekitar 20 provinsi telah menerapkan pemadaman listrik sejak pertengahan Agustus, termasuk pusat manufaktur Guangdong, Zhejiang dan Jiangsu, memberi tekanan pada pendapatan perusahaan. Produksi baja, aluminium dan semen, serta konstruksi infrastruktur, akan terpengaruh oleh pemadaman listrik dan pembatasan pasokan.

Baca Juga: China kepada NATO: Jangan Ikut Campur di Asia

Analis Morgan Stanley dalam sebuah laporan menyatakan dampak krisis listrik di China bisa memukul industri hilir seperti distribusi hingga otomotif. Sementara Wakil Manajer Dana Lindung Nilai Tongheng Investment Yang Tingwu kebijakan China menekan emisi karbon berita buruk bagi ekonomi secara keseluruhan dalam waktu dekat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved