Kementan Kawal Produksi dan Ekspor Sarang Walet
Kamis, 30 September 2021 - 20:31 WIB
loading...
Plt Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono membuka secara daring kegiatan Workshop SPI di Yogyakarta. (Foto: Dok. Itjentan)
A
A
A
JAKARTA - Optimalisasi Sistem Pengendalian Intern (SPIP) terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya Inspektorat Jenderal (Itjentan) mengawal program strategis dan prioritas. Utamanya, peningkatan produksi dan ekspor Sarang Burung Walet (SBW) oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta Badan Karantina Pertanian (Barantan).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan SBW adalah salah satu komoditas yang menjanjikan, mengingat Indonesia merupakan pemasok terbesar SBW di dunia. Penguasaan pangsa pasar dunia hampir 78%, tercatat ekspor SBW pada 2018 mencapai Rp40 triliun.
(Baca juga:Mahasiswa IPB University Manfaatkan Sarang Burung Walet untuk Produk Kesehatan dan Kecantikan)
“Komoditas walet yang didorong Presiden Joko Widodo menjadi komoditas andalan baru bisa maksimal, karena potensinya tinggi di Indonesia,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).
Menurutnya, tidak hanya pasar China dan Hong Kong, pasar ekspor SBW hampir ke seluruh dunia. Sementara pasar di China menuntut kualitas SBW terbaik maka harga jualnya pun menguntungkan pelaku usaha SBW.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan SBW adalah salah satu komoditas yang menjanjikan, mengingat Indonesia merupakan pemasok terbesar SBW di dunia. Penguasaan pangsa pasar dunia hampir 78%, tercatat ekspor SBW pada 2018 mencapai Rp40 triliun.
(Baca juga:Mahasiswa IPB University Manfaatkan Sarang Burung Walet untuk Produk Kesehatan dan Kecantikan)
“Komoditas walet yang didorong Presiden Joko Widodo menjadi komoditas andalan baru bisa maksimal, karena potensinya tinggi di Indonesia,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).
Menurutnya, tidak hanya pasar China dan Hong Kong, pasar ekspor SBW hampir ke seluruh dunia. Sementara pasar di China menuntut kualitas SBW terbaik maka harga jualnya pun menguntungkan pelaku usaha SBW.
Lihat Juga :