Studi: Negara Berkembang Kena Jebakan Utang Rp5.390 Triliun ke China

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:07 WIB
loading...
A A A
Selain itu, pengaturan pembiayaan itu seringkali agak kurang jelas dan kurang informasi rinci, yang menyebabkan keengganan investor dalam beberapa tahun terakhir di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Zambia.

Namun, China telah lama membantah mendorong negara-negara berkembang ke dalam apa yang disebut jebakan utang, yang dapat membuka jalan bagi Beijing untuk menyita aset sebagai jaminan untuk kewajiban utang yang belum dibayar.

Namun, kekhawatiran telah muncul sejak awal inisiasi Sabuk dan Jalan tentang kemungkinan bahwa pinjaman bisa lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. AidData secara kolektif memperkirakan bahwa utang yang tidak dilaporkan bernilai sekitar USD385 miliar atau sekitar Rp5.390 triliun.

"Selama era pra-Sabuk dan Jalan, sebagian besar pinjaman luar negeri China diarahkan kepada peminjam negara (yaitu, lembaga pemerintah pusat)," kata para peneliti. "Namun, transisi besar telah terjadi sejak itu: hampir 70% dari pinjaman luar negeri China sekarang diarahkan ke perusahaan milik negara, bank milik negara, kendaraan tujuan khusus, usaha patungan, dan lembaga sektor swasta."

Utang ini sering tidak muncul di neraca pemerintah negara, tetapi banyak yang dijamin oleh pemerintah mereka, mengaburkan batas antara utang swasta dan publik dan menciptakan tantangan fiskal bagi negara. Jaminan ini bisa eksplisit, atau implisit — dalam tekanan publik atau politik itu bisa memaksa pemerintah untuk menyelamatkan perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.

Para peneliti menemukan bahwa kewajiban utang negara-negara ini ke China secara signifikan lebih besar daripada perkiraan lembaga penelitian internasional, lembaga pemeringkat kredit, atau organisasi antar pemerintah. Laporan tersebut mengklaim bahwa 42 negara sekarang memiliki eksposur utang publik ke China yang melebihi 10% dari PDB mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved