Begini Tahapan Buyback Gas di Proyek Strategis Nasional JTB

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:02 WIB
loading...
Begini Tahapan Buyback Gas di Proyek Strategis Nasional JTB
Rekind berhasil melalui tahapan pre-commissioning Buyback Gas di proyek strategis nasional Gas Processing Facility (GPF)-Jambaran Tiung Biru (JTB). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Rekayasa Industri (Rekind) berhasil melalui tahapan pre-commissioning Buyback Gas di proyek strategis nasional Gas Processing Facility (GPF)-Jambaran Tiung Biru (JTB).

Anak usaha BUMN Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang rancang bangun industri (engineering, procurement, dan construction/EPC) itu melibatkan ratusan tenaga ahli dan profesional di bidangnya agar tahapan tersebut berjalan sukses.

Adapun pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada Kamis (30/9/2021) itu merupakan tahapan pengerjaan commissioning dari proses EPCC (Engineering, Procurement, Construction dan Commissioning) proyek ini.

Tahapan Buyback Gas sendiri punya korelasi kuat untuk menentukan keberhasilan tahapan strategis lainnya di proyek milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) tersebut.

Prosesi kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib itu, diantaranya disaksikan langsung oleh General Manager PEPC Charles Harianto Lumban Tobing, Budi Prianto - Project Manager (PM) GPF - JTB, Heri Budiman Deputi PM GPF - JTB dan Sabilal Arif Construction Manager (CM) GPF - JTB.

“Buat kami yang ada di site project, suksesnya kegiatan ini membawa kebanggaan tersendiri. Selain menunjukkan komitmen dan profesionalisme kuat Rekind, tahapan ini sangat menentukan dalam penyelesaian kegiatan project. Dan alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujar Project Manager GPF - JTB Budi Prianto, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Restrukturisasi Berlanjut, Pertamina Pede Capai Target Nilai Pasar USD100 Miliar

Pengertian Buyback Gas dalam tonggak pencapaian tahapan ini adalah mengambil gas bersih yang dibeli dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam kapasitas jumlah yang sangat kecil, untuk kemudian dialirkan sebagai starting power Boiler dan Gas Turbin Generator (GTG).

Boiler merupakan alat untuk mengubah air menjadi uap melalui pemanasan, di mana uap air tersebut bisa diatur seberapa kuat tekanannya sehingga bisa digunakan sebagai tenaga gerak. Sedangkan Gas Turbin Generator (GTG) adalah sebuah mesin generator di mana turbin atau pemutar mesinnya itu digerakkan oleh gas bersih yang dibeli dari Pertagas tersebut.

Jika aliran gas sudah mampu menggerakkan boiler dan GTG, gas ini digunakan sebagai power untuk menggerakan motor-motor besar, yang satu di antaranya menunjang proses chemical cleaning. Proses ini merupakan bagian yang fokus kegiatannya bertumpu untuk membersihkan tower-tower, yaitu Absorber dan Selexol Regenerator.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3624 seconds (11.252#12.26)