Sektor Usaha Kehutanan Mulai Rebound di Kuartal III 2020
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
"Pencapaian pertumbuhan lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Tahun 2021, tidak lepas dari kinerja Kementerian LHK, khususnya Ditjen PHL yang mampu meningkatkan kinerja usaha sektor kehutanan," ungkap Bambang.
Baca Juga: Expo 2020 Dubai Dibuka, Mendag Lutfi Terima Curhatan Eksportir Selama 45 Menit
Peningkatan tersebut antara lain produksi kayu bulat Hutan Alam dan Hutan Tanaman pada Kuartal I dan II tahun 2021 sebesar 25.620.686 meter kubik atau meningkat 5,97% dibanding kuartal I dan II tahun 2020 sebesar 24.178.259 meter kubik. Produksi kayu olahan pada kuartal I dan II sebesar 23.285.433 meter kubik atau meningkat 2,43% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 22.733.857 meter kubik.
Produksi HHBK pada kuartal I dan II sebesar 192.269 ton atau meningkat sebesar 47,56% dibanding kuartal I dan II tahun 2020 sebesar 130.297 ton. Total nilai ekspor kuartal I dan II sekitar USD7,5 miliar atau meningkat 40,11% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar USD5,3 miliar.
Tantangan pembangunan kehutanan ke depan lainnya adalah dengan masuknya era digital. Saat ini terdapat pergeseran model bisnis dari era analog ke era digital. "Era digital yang dekat dengan Internet of Thing (IoT) menuntut adanya adaptasi oleh sektor usaha kehutanan, sehingga akan memudahkan proses bisnis bagi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan," kata Bambang.
Baca Juga: Expo 2020 Dubai Dibuka, Mendag Lutfi Terima Curhatan Eksportir Selama 45 Menit
Peningkatan tersebut antara lain produksi kayu bulat Hutan Alam dan Hutan Tanaman pada Kuartal I dan II tahun 2021 sebesar 25.620.686 meter kubik atau meningkat 5,97% dibanding kuartal I dan II tahun 2020 sebesar 24.178.259 meter kubik. Produksi kayu olahan pada kuartal I dan II sebesar 23.285.433 meter kubik atau meningkat 2,43% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 22.733.857 meter kubik.
Produksi HHBK pada kuartal I dan II sebesar 192.269 ton atau meningkat sebesar 47,56% dibanding kuartal I dan II tahun 2020 sebesar 130.297 ton. Total nilai ekspor kuartal I dan II sekitar USD7,5 miliar atau meningkat 40,11% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar USD5,3 miliar.
Tantangan pembangunan kehutanan ke depan lainnya adalah dengan masuknya era digital. Saat ini terdapat pergeseran model bisnis dari era analog ke era digital. "Era digital yang dekat dengan Internet of Thing (IoT) menuntut adanya adaptasi oleh sektor usaha kehutanan, sehingga akan memudahkan proses bisnis bagi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan," kata Bambang.
Lihat Juga :