Pelonggaran PPKM, Ekonom Sebut Konsumsi Masyarakat Masih Lambat
Senin, 04 Oktober 2021 - 14:24 WIB
loading...
Warga memadati Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan untuk membeli kebutuhan pokok. FOTO/SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan dampak pelonggaran PPKM terhadap konsumsi masyarakat pergerakannya masih cenderung lambat. Aktivitas ekonomi baru akan bangkit secara bertahap mendorong aktivitas ekonomi.
“Pelonggaran PPKM yang sangat jelas terlihat adalah pergerakan kendaraan atau mobilitas masyarakat. Tapi, dampaknya terhadap konsumsi itu agak sedikit delay. Jadi mobilitas dulu, pergerakannya pulih, lalu untuk ke spending, itu biasanya butuh waktu,” ujarnya dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Senin (4/10/2021).
Baca Juga: Ekonom: PPKM Masih Perlu Diperpanjang, Aktivitas Ekonomi Masih Ada Ruang!
Namun, beberapa bulan kedepan, ia memproyeksikan akan terjadi inflasi. Dia bilang, walaupun inflasinya tipis, tetapi pada Oktober sampai November akan meningkat lagi dan terus tumbuh hingga Desember 2021.
“Pola tahunannya seperti itu, ditambah lagi pelonggaran PPKM. Jadi tren inflasinya akan terus mengalami peningkatan. Saya rasa sepanjang pandemi masih bisa dikendalikan dan tidak terjadi gelombang susulan maka tren inflasi akan semakin membaik bahkan 2022. Saya pikir tahun depan sudah mulai meningkat diatas 2 persen dari inflasi tahunannya,” terangnya.
Sementara, untuk tahun ini, Faisal meramal, inflasi hanya naik maksimal 1,5 persen. Dengan adanya pelonggaran, menurutnya, hampir semua komponen barang seharusnya mengalami peningkatan. Tetapi karena kontribusi volatile food sangat besar, maka akan berkontribusi paling besar juga terhadap peningkatan inflasi ke depan.
“Kalau kondisi pandemi konsisten membaik dalam waktu yang lebih panjang, komponen seperti pakaian, transportasi, dan yang lainnya, nantinya juga akan mengalami inflasi,” jelas Faisal.
“Pelonggaran PPKM yang sangat jelas terlihat adalah pergerakan kendaraan atau mobilitas masyarakat. Tapi, dampaknya terhadap konsumsi itu agak sedikit delay. Jadi mobilitas dulu, pergerakannya pulih, lalu untuk ke spending, itu biasanya butuh waktu,” ujarnya dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Senin (4/10/2021).
Baca Juga: Ekonom: PPKM Masih Perlu Diperpanjang, Aktivitas Ekonomi Masih Ada Ruang!
Namun, beberapa bulan kedepan, ia memproyeksikan akan terjadi inflasi. Dia bilang, walaupun inflasinya tipis, tetapi pada Oktober sampai November akan meningkat lagi dan terus tumbuh hingga Desember 2021.
“Pola tahunannya seperti itu, ditambah lagi pelonggaran PPKM. Jadi tren inflasinya akan terus mengalami peningkatan. Saya rasa sepanjang pandemi masih bisa dikendalikan dan tidak terjadi gelombang susulan maka tren inflasi akan semakin membaik bahkan 2022. Saya pikir tahun depan sudah mulai meningkat diatas 2 persen dari inflasi tahunannya,” terangnya.
Sementara, untuk tahun ini, Faisal meramal, inflasi hanya naik maksimal 1,5 persen. Dengan adanya pelonggaran, menurutnya, hampir semua komponen barang seharusnya mengalami peningkatan. Tetapi karena kontribusi volatile food sangat besar, maka akan berkontribusi paling besar juga terhadap peningkatan inflasi ke depan.
“Kalau kondisi pandemi konsisten membaik dalam waktu yang lebih panjang, komponen seperti pakaian, transportasi, dan yang lainnya, nantinya juga akan mengalami inflasi,” jelas Faisal.
Lihat Juga :