Harga Minyak Mentah Tembus Rekor Baru, Brent Sentuh USD82,77
Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada Senin (4/10/2021) lalu, OPEC dan sekutunya setuju untuk mempertahankan kesepakatan Juli mereka dengan meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan hingga setidaknya April 2022. Hal ini dilakukan untuk mengisi kekurangan produksi yang diperkirakan mencapai 5,8 juta barel per hari sejak pandemi Covid-19.
"Peningkatan dari OPEC dan sekutunya jauh di bawah ekspektasi pasar mengingat krisis energi di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ada spekulasi bahwa OPEC akan dipaksa untuk bergerak jika permintaan terus melonjak sebelum pertemuan selanjutnya," lanjut catatan itu.
Pada akhir bulan lalu, Joint Technical Committee OPEC+ mengatakan pihaknya memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta bph pada tahun ini dapat berubah menjadi surplus 1,4 juta bph pada tahun depan.
Seperti diketahui, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 50% tahun ini, yang membuat tekanan inflasi semakin dikhawatirkan oleh negara-negara konsumen terbesar seperti Amerika Serikat (AS) dan India.
Baca juga: Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
"Peningkatan dari OPEC dan sekutunya jauh di bawah ekspektasi pasar mengingat krisis energi di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ada spekulasi bahwa OPEC akan dipaksa untuk bergerak jika permintaan terus melonjak sebelum pertemuan selanjutnya," lanjut catatan itu.
Pada akhir bulan lalu, Joint Technical Committee OPEC+ mengatakan pihaknya memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta bph pada tahun ini dapat berubah menjadi surplus 1,4 juta bph pada tahun depan.
Seperti diketahui, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 50% tahun ini, yang membuat tekanan inflasi semakin dikhawatirkan oleh negara-negara konsumen terbesar seperti Amerika Serikat (AS) dan India.
Baca juga: Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
Lihat Juga :