Diterjang Banjir Bandang, Krisis Energi di China Makin Parah
Selasa, 12 Oktober 2021 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
"Awal tahun ini harga energi di pasar global meningkat tajam. Sementara pasokan listrik dan batu bara bersaing ketat menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah dan berpengaruh besar terhadap perekonomian," tulis Dewan Negara China seperti dilansir dari CNN Internasional, Senin (12/10/2021).
Sebagaimana diketahui, bencana banjir melanda saat China sedang berupaya keras meningkatkan pasokan batu bara untuk mengatasi krisis energi. Tahun lalu, batu bara berkontribusi 60% bauran energi di China.
Baca Juga: Silakan Cek Rekening, BLT Subsidi Gaji Sudah Cair Rp6,65 Triliun
Krisis energi di China menghantam 20 provinsi akibat pembatasan pasokan batu bara sehingga banyak pabrik berhenti beroperasi. Padahal, secara konsumsi daya lsitrik Januari-Agustus tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu akibat pulihnya aktivitas ekonomi.
Tak berhenti disitu, krisis energi juga diperparah perang dagang dengan Australia yang selama ini memasok batu bara ke China. Sedangkan energi terbarukan (ET) masih tertatih-tatih mencukupi kebutuhan listrik di dalam negeri di tengah kebijakan menekan emisi karbon secara progesif hingga 2060.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir melanda saat China sedang berupaya keras meningkatkan pasokan batu bara untuk mengatasi krisis energi. Tahun lalu, batu bara berkontribusi 60% bauran energi di China.
Baca Juga: Silakan Cek Rekening, BLT Subsidi Gaji Sudah Cair Rp6,65 Triliun
Krisis energi di China menghantam 20 provinsi akibat pembatasan pasokan batu bara sehingga banyak pabrik berhenti beroperasi. Padahal, secara konsumsi daya lsitrik Januari-Agustus tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu akibat pulihnya aktivitas ekonomi.
Tak berhenti disitu, krisis energi juga diperparah perang dagang dengan Australia yang selama ini memasok batu bara ke China. Sedangkan energi terbarukan (ET) masih tertatih-tatih mencukupi kebutuhan listrik di dalam negeri di tengah kebijakan menekan emisi karbon secara progesif hingga 2060.
(nng)
Lihat Juga :