Negara dengan Pajak Terendah di Dunia: Dari yang Kere hingga Petrodolar

Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:18 WIB
loading...
A A A
2. Qatar
Nilai pajak di negara petrodolar ini hanya berkisar 11,3%. Rendahnya tarif pajak itu terkait dengan pendapatannya dari sektor minyak dan gas (migas). Dari sektor itu Qatar menjadi salah satu negara terkaya di dunia dengan PDB atas dasar paritas daya beli (PP) mencapai USD132.886. Angka itu jauh di atas Indonesia yang hanya sebesar USD13.998.

3. Kuwait
Sama halnya dengan Qatar, Kuwait juga menerapkan pajak yang rendah. Nilai pajak di Kuwait, yakni 12,8%. Angka tersebut pernah ditolak oleh IMF lantaran dianggap tidak mampu meningkatkan kondisi finansial negara tersebut yang tengah dalam kondisi jatuh.

Baca juga: Jokowi Tak Ingin Mahasiswa Dipagari Program Studi

4. Bahrain
Bahrain menjadi negara keempat yang memiliki pajak rendah. Negara kecil yang luasnya tak beda jauh dengan Singapura ini besaran pajaknya hanya 13,5%. Bahrain bahkan tidak memberikan pajak terhadap pajak pendapatan dan pajak penjualan. PDB per kapita Bahrain sebesar USD23,4 juta.

5. Lesotho
Sebagai negara berbentuk kerajaan, Lesotho memiliki kehidupan ekonomi dari agrikultur, livestock, pertambangan, dan lainnya. Lesotho sendiri merupakan salah satu negara miskin di dunia, tetapi memiliki pajak terendah dibandingkan negara lainnya di benua Afrika. Negara ini memiliki nilai pajak sebesar 13,6%. Tahun 2020, Bank Dunia mencatat bahwa PDB per kapita negara berpenduduk 2,14 juta jiwa itu hanya sebesar USD861 ribu.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Rekomendasi
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
Berita Terkini
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved