Negara dengan Pajak Terendah di Dunia: Dari yang Kere hingga Petrodolar
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:18 WIB
loading...
Minyak merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar Bahrain. Foto/ogj.com
A
A
A
JAKARTA - Negara dengan pajak terendah di dunia memberikan keuntungan finansial tersendiri buat warganya yang berpenghasilan jumbo. Penghasilan mereka tentu saja tak terpotong besar hanya untuk "mengongkosi" negara.
Negara dengan pajak terendah, umumnya juga menarik minat para pebisnis untuk pindah atau membuka perusahaan baru di negara tersebut. Ya namanya pebisnis, mereka tentu menghindari pengeluaran pajak yang besar sehingga pundi-pundi kekayaannya terus bertambah.
World Economic Forum (WEF) pada 2020 merilis beberapa negara dengan tarif pajak terendah. Di antaranya:
1. Makedonia
Data dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa Makedonia menjadi satu-satunya negara di dunia yang mematok tarif pajak yang rendah. Besarannya ada di bawah 10%. Sayangnya, berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF), Makedonia berniat meningkatkan nilai pajaknya dua kali lipat. Langkah itu ditempuh lantaran pajak negara yang terletak di Eropa Utara itu mencapai nilai terendah sejak 2008.
Baca juga: Terapkan Pajak Karbon: Indonesia Jadi Trendsetter, bukan Follower
Negara dengan pajak terendah, umumnya juga menarik minat para pebisnis untuk pindah atau membuka perusahaan baru di negara tersebut. Ya namanya pebisnis, mereka tentu menghindari pengeluaran pajak yang besar sehingga pundi-pundi kekayaannya terus bertambah.
World Economic Forum (WEF) pada 2020 merilis beberapa negara dengan tarif pajak terendah. Di antaranya:
1. Makedonia
Data dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa Makedonia menjadi satu-satunya negara di dunia yang mematok tarif pajak yang rendah. Besarannya ada di bawah 10%. Sayangnya, berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF), Makedonia berniat meningkatkan nilai pajaknya dua kali lipat. Langkah itu ditempuh lantaran pajak negara yang terletak di Eropa Utara itu mencapai nilai terendah sejak 2008.
Baca juga: Terapkan Pajak Karbon: Indonesia Jadi Trendsetter, bukan Follower
Lihat Juga :