RI Satu-Satunya Negara di Dunia yang Memanfaatkan Biodiesel Besar-besaran

loading...
RI Satu-Satunya Negara di Dunia yang Memanfaatkan Biodiesel Besar-besaran
Direktur Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang secara besar-besaran memanfaatkan biodiesel. Foto/Dok
JAKARTA - Direktur Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang secara besar-besaran memanfaatkan biodiesel . Hingga saat ini percepatan energi terbarukan hanya berada di angka 11,2 %.

"Salah satu langkahnya kita dorong pemanfaatan bio fuel dan biodiesel sudah berjalan, yang sekarang 30%. Ini satu-satunya negara yang memanfaatkan biodiesel dalam jumlah yang cukup besar dengan standar kualitas yang terus kita jaga," papar Dadan Kusdiana dalam program Market Review IDX Channel, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Penyaluran Biodiesel Capai 4,3 Juta Kiloliter di Semester I/2021

Kemudian untuk yang avtur sudah diproduksi 100% di dalam negeri, jadi kita tidak impor. Tapi masih fosil, karena itu pemerintah tengah mendorong percepatan bioavtur berbahan minyak sawit.



Dadan Kusdiana menyebut Indonesia telah berkomitmen akan menurunkan gas rumah kaca sebanyak 29%. Dalam aktualisasinya, pihaknya mengaku Kementerian ESDM siap mewujudkan hal tersebut dengan menargetkan energi terbarukan sebanyak 23% pada tahun 2025 .

"Indonesia sudah berkomitmen di Paris Agreement untuk menurunkan gas rumah kaca sebanyak 29%, kita juga kementerian ESDM dalam hal ini memiliki target energi terbarukan itu 23 % di tahun 2025," kata Dadan.

Baca Juga: Gagas Biodiesel Minyak Jelantah, Mahasiswa IPB University Juarai Lomba KBMK

Di sisi lain ada juga hilirisasi sawit yang didukung terus supaya nilai tambah bisa dinikmati oleh masyarakat kita sendiri.

"Jadi ada sisi lingkungan, industri, ketahanan energi, sisi keekonomian, yang InsyaAllah kalau dinaikan maka hasilnya optimal dan benefitnya terhadap Indonesia semakin besar. Kita sama-sama optimis, bahan baku ada, marketnya pun ada disini," tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top