Lembaga Misi Kementerian Keuangan Terus Inisiasi Dongkrak Ekspor
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:34 WIB
loading...
LPEI/Exim Bank terus menginisiasi peningkatan ekspor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI )/Indonesia Eximbank sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan terus menginisiasi peningkatan ekspor nasional lewat berbagai program. Salah satunya menginisiasi wadah kerja yang diberi nama Rumah Ekspor di Surakarta, Jawa Tengah.
Program yang merupakan sinergi bersama Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan KemenkopUKM ini ditujukan untuk menawarkan solusi dalam melakukan kegiatan berorientasi ekspor.
Baca juga: KASN Kasih Rapor, Kementerian Erick Thohir dan Sri Mulyani yang Terbaik
“Rumah ekspor diharapkan dapat menjadi solusi yang cepat bagi hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha berorientasi ekspor, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Sesuai dengan mandat kami, gotong royong seluruh kementerian dan lembaga diharapkan dapat meningkatkan nilai dan volume ekspor yang berkelanjutan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya,” ujar Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas, pada sambutannya di “Temu Wicara Pemangku Kepentingan di Rumah Ekspor”, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (15/10/2021).
Program Rumah Ekspor ini juga disambut positif oleh para pelaku usaha. Djudjuk Aryati selaku pemilik CV Cocoon Asia yang bergerak di bidang furniture mengatakan bahwa program Rumah Ekspor akan memudahkan para pelaku usaha ekspor untuk mengatasi hambatan yang kerap dihadapi, khususnya terkait perizinan dan administrasi.
Hal yang sama juga diungkapkan Supriyadi, Direktur PT Kharisma Rotan Mandiri, yang meyakini bahwa inisiatif Rumah Ekspor-lah yang dibutuhkan para pelaku usaha ekspor, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Tidak hanya sinergi antar-kementerian dan lembaga, Rumah Ekspor akan menyediakan National Export Dashboard (NED). NED merupakan dashboard panel data terintegrasi yang memvisualisasikan data, informasi dan analisis kinerja ekspor nasional, seperti sebaran wilayah, jenis komoditas, dan negara tujuan ekspor.
Program yang merupakan sinergi bersama Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan KemenkopUKM ini ditujukan untuk menawarkan solusi dalam melakukan kegiatan berorientasi ekspor.
Baca juga: KASN Kasih Rapor, Kementerian Erick Thohir dan Sri Mulyani yang Terbaik
“Rumah ekspor diharapkan dapat menjadi solusi yang cepat bagi hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha berorientasi ekspor, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Sesuai dengan mandat kami, gotong royong seluruh kementerian dan lembaga diharapkan dapat meningkatkan nilai dan volume ekspor yang berkelanjutan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya,” ujar Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas, pada sambutannya di “Temu Wicara Pemangku Kepentingan di Rumah Ekspor”, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (15/10/2021).
Program Rumah Ekspor ini juga disambut positif oleh para pelaku usaha. Djudjuk Aryati selaku pemilik CV Cocoon Asia yang bergerak di bidang furniture mengatakan bahwa program Rumah Ekspor akan memudahkan para pelaku usaha ekspor untuk mengatasi hambatan yang kerap dihadapi, khususnya terkait perizinan dan administrasi.
Hal yang sama juga diungkapkan Supriyadi, Direktur PT Kharisma Rotan Mandiri, yang meyakini bahwa inisiatif Rumah Ekspor-lah yang dibutuhkan para pelaku usaha ekspor, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Tidak hanya sinergi antar-kementerian dan lembaga, Rumah Ekspor akan menyediakan National Export Dashboard (NED). NED merupakan dashboard panel data terintegrasi yang memvisualisasikan data, informasi dan analisis kinerja ekspor nasional, seperti sebaran wilayah, jenis komoditas, dan negara tujuan ekspor.
Lihat Juga :