Penipuan Atas Nama Bea Cukai: Modus Lama, Korban Baru

Senin, 18 Oktober 2021 - 12:25 WIB
loading...
Penipuan Atas Nama Bea...
Modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai dimulai dari transaksi jual beli online. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan tak hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan online yang langsung berhubungan dengan pelaku.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat mengatakan, ada beberapa modus penipuan online atas nama Bea Cukai yang kian menyasar masyarakat daerah yang baru mulai mengenal dunia digital.

Baca juga: Puluhan Emak-emak Korban Arisan Online Geruduk Rumah Guru di Bekasi

"Walaupun sudah gencar melakukan sosialisasi penipuan ini, ternyata belum menjangkau masyarakat tertentu di daerah. Kemudian mereka juga baru melakukan di dunia multimedia dan memanfaatkan situasi pandemi," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (18/10/2021).

Modus penipuan online atas nama Bea Cukai biasanya diawali dengan transaksi jual beli online dan ada barang kiriman dari luar negeri. Setelah itu barang tersebut dikatakan ditahan oleh Bea Cukai karena ilegal. Kemudian, si pembeli diminta membayar denda dan diberikan nomor rekening langsung oleh pelaku.

"Jadi pada dasarnya mereka melakukan tekanan terhadap masyarakat yang masuk ke dalam jerat, mereka melakukan intimidasi dengan mengatakan yang bersangkutan melakukan transaksi ilegal seperti penyelundupan, maka akan ditangkap. Pelaku meminta transfer langsung," ujarnya.

Pada dasarnya, kata Syarif, penipuan ini sifatnya klasik. Sudah ada sejak dulu, misalnya saat Facebook mulai beredar. Apalagi saat ini muncul berbagai sosial media dengan pengguna baru setiap hari, tak ayal korban makin banyak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Putuskan Nasib...
Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan, Bakal Dicopot?
Lampaui Target, Bea...
Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan
40 Perusahaan Baja China...
40 Perusahaan Baja China Kemplang Pajak di RI, Purbaya Kirim Tim Khusus
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Keseret Kasus Suap, Purbaya: Tunggu Putusan Sidang
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Suap, Ini Kata Purbaya
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
Rekomendasi
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved