Simak Strategi Investasi Saham dan Reksa Dana Menggunakan Jurus Lump Sum dan DCA

Senin, 18 Oktober 2021 - 13:32 WIB
Simak Strategi Investasi Saham dan Reksa Dana Menggunakan Jurus Lump Sum dan DCA
Investor perlu memahami beberapa strategi untuk bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemulihan ekonomi menjadi momentum tepat berinvestasi . Namun, investor pemula diminta untuk berhati-hati dalam berinvestasi, investor perlu memahami beberapa strategi untuk bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi.

Baca Juga: Bebas Biaya Admin & Bunga Kompetitif, MotionBanking Dukung Frugal Living ala Mark Zuckerberg

Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Analis MNC Sekuritas, Tirta Widi Gilang Citradi mengatakan, dua pilihan strategi bisa digunakan investor dalam berinvestasi saham maupun reksa dana. Strategi dollar cost averaging (DCA) bisa dipilih saat kondisi ekonomi sudah mulai normal dengan mempertimbangkan momentum waktu dan harga.

Di sisi lain, Tirta mengimbau saat kondisi market sedang koreksi investor dapat memilih strategi lump sum. Strategi ini sebutkan cocok bagi investor yang agresif mengejar keuntungan dengan risiko yang tinggi. Strategi lump sum adalah transaksi saat kondisi market koreksi agar investor bisa membeli dalam jumlah banyak dan menunggu harga kembali rebound.



"Jadi, lump sum itu kurang lebih kita langsung beli banyak di depan, kalau dollar cost averaging itu berarti kita belinya secara mencicil atau berkala kurang lebih seperti itu," ujar Tirta.

Baca Juga: MNC Sekuritas: IHSG Tembus Level 6.633 Didukung Aksi Asing Borong Saham Big Caps

Menurutnya, dua strategi ini bisa dikombinasikan, dimana terutama yang dilihat terkait dengan momentum. Dia mencontohkan saat tahun 2020 dimana market mengalami koreksi besar-besaran dan IHSG sempat drop sampai 40 persen lebih.

"Nah disitu mungkin bagi investor yang agresif dia bisa aja langsung beli saham atau reksa dana dengan lump sum besar-besaran karena market nanti akan rebound setelah itu," kata dia.

Tirta menambahkan, dalam berinvestasi reksa dana, investor harus menyesuaikan risiko memilih manajer investasi dengan melihat track record dan dana kelola yang dimiliki. Selain itu memperhatikan fundamental reksa dana yang dipilih juga menjadi hal yang penting.
(nng)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2125 seconds (11.210#12.26)