Cerita Sri Mulyani Soal Lonceng Kebebasan, Utang, dan Dana Perang Amerika

Senin, 18 Oktober 2021 - 18:56 WIB
loading...
A A A
"Sumber dana perang hanya tiga: (1) Memungut dan menaikkan Pajak, (2) Utang, atau (3) Mencetak Uang yang tentu menimbulkan inflasi," tambah Sri.

Sri Mulyani melanjutkan, Menkeu AS waktu itu, William McAdoo, yang sekaligus Ketua Bank Sentral (Federal Reserve), memutuskan pendanaan perang 1/3 berasal dari pajak dan 2/3 berasal dari utang. Pajak progresif dinaikkan, bahkan untuk penduduk sangat kaya (pendapatan di atas USD1 juta) membayar pajak sangat tinggi, yaitu 77%.

US Treasury menerbitkan Liberty Bonds empat kali sepanjang 1917-1918 dan satu kali Victory Bonds di 1919. Denominasi Liberty Bond terkecil USD50 atau setara 1/2 bulan gaji pekerja pabrik waktu itu. Jangka waktunya 30 tahun, suku bunga 3,5%, 4%, 4,25%. Masyarakat dapat membeli dengan mencicil 25 sen (tahun 1917 upah buruh per jam 35 sen).

Penerbitan surat utang Liberty dan Victory Bond 1917-1919 menggunakan semangat patriotisme rakyat Amerika menghasilkan dana lebih dari USD17 miliar atau setara USD6,5 triliun saat ini. 68% rakyat Amerika membeli Liberty dan Victory bonds untuk membiayai Perang Dunia I. Sedangkan sebesar USD8,8 miliar biaya perang diperoleh dari pajak.

Baca juga: Menteri Tjahjo Kumolo: Ada Calo Vaksin yang Libatkan ASN
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved