China Kehilangan Tenaga, Ekonomi Tumbuh Melambat di Kuartal III/2021

Senin, 18 Oktober 2021 - 22:16 WIB
loading...
China Kehilangan Tenaga,...
Ekonomi China tumbuh 4,9% pada kuartal III tahun 2021 atau di periode Juli hingga September setelah krisis energi menghantam. Ditambah wabah Pandemi Covid-19 yang pasang surut hingga kebijakan ketat Beijing. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Ekonomi China tumbuh 4,9% pada kuartal III tahun 2021 atau di periode Juli hingga September. Angka tersebut melambat bila dibandingkan tahun sebelumnya, serta lebih buruk dari perkiraan analis.

Seperti dikutip dari BBC, ekonomi China seakan kehilangan tenaga ketika kuartal sebelumnya tumbuh hampir 8%. Hal ini juga memperlihatkan tren pemulihan China tersendat akibat beberapa hal.

Baca Juga: Bom Utang Ancam Ekonomi China, 2 Raksasa Properti Ikuti Jejak Evergrande

Mulai dari krisis energi yang membuat beberapa wilayah kekurangan listrik, wabah Pandemi Covid-19 yang pasang surut. Hingga kebijakan ketat Beijing pada sejumlah industri yang berdampak terhadap ekonomi mereka sendiri.

"Perkembangan ini dapat mengurangi pertumbuhan pada sisa tahun ini dan tidak boleh diremehkan," kata seorang ahli.

Ekonomi terbesar kedua di dunia telah menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa bulan terakhir.

Krisis Energi

Pertama, ketika krisis energi mencuat dimana berkurangnya pasokan listrik. Hal itu seiring melonjaknya harga komoditas global telah mempengaruhi biaya bahan baku.

Ini terjadi pada saat yang sama ketika Beijing telah meningkatkan tekanan pada pemerintah daerah untuk mengurangi emisi karbon. Kebijakan itu sejalan dengan target Chiba menjadi negara netral karbon pada tahun 2060.

Banyak provinsi menerapkan jatah untuk pasokan listrik, menyebabkan pemadaman pada rumah-rumah. Bahkan hingga membuat pabrik ditutup karena tidak dapat produksi akibat kekurangan listrik.

Baca Juga: Ekonomi China Digerogoti Kasus Utang Jumbo Evergrande hingga Krisis Energi

Ditambah bencana banjir melanda salah satu provinsi di China yang terkenal sebagai penghasil batubara terbesar di negara itu. Wilayah Shanxi menghasilkan sekitar 30% batubara China.

Hujan deras telah menyebabkan harga batu bara mencapai level tertinggi belum lama ini dan pemerintah telah membatasi produksi.

Pemadaman listrik telah mengganggu banyak industri di negara ini, terutama yang menggunakan sejumlah besar energi, termasuk produksi semen, baja dan peleburan aluminium.

Pada saat yang sama sektor properti China telah menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengendalikan utangnya. Contoh yang paling menonjol, China Evergrande Group, berutang lebih dari USD300 miliar dan menempatkan dirinya di ambang kebangkrutan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved